Rabu, 19 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

MTM Senjata BPJS Kesehatan Optimalkan PRB

10 Agustus 2018, 12: 05: 56 WIB | editor : Aries Wahyudianto

MTM Senjata BPJS Kesehatan Optimalkan PRB

Sesuai peraturan perundang – undangan, BPJS Kesehatan diamanatkan untuk menerapkan sistem kendali mutu pelayanan Jaminan Kesehatan. Kali ini BPJS Kesehatan Cabang Gresik mencoba meningkatkan mutu pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang mengikuti program rujuk balik (PRB).

“PRB itu adalah merujuk kembali peserta diabetes dan hipertensi di Rumah Sakit yang keadaannya sudah stabil ke faskes primer (Puskesmas, Klinik, Dokter Keluarga yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan)”, jelas Galih selaku Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik di acara sosialisasi implementasi program rujuk balik berbasis medication therapy management (MTM), Lamongan (31/07).

Dengan menerapkan MTM, Galih berharapkan terapi obat yang dilakukan peserta PRB lebih optimal. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan Cabang Gresik mengundang seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Primer (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan (FKTR) yang bekerjasama untuk dapat memahami lebih lanjut MTM.

“Kita akan dengar pengalaman Ibu Lisa Aditama, S.Si., M.Farm-Klin., Apt. yang telah menerapkan MTM di Klinik Universitas Surabaya (UBAYA)”, tambah wanita asli Surabaya tersebut.

Menurut Lisa, metode MTM dapat menemukan titik masalah dari kurang efektifnya pengobatan pasien diabetes dan hipertensi apakah karena indikasi obat, efektifitas, keamanan atau kepatuhan pasien itu sendiri dalam mengkonsumsi obat yang telah diberikan. “Inti dari MTM adalah adanya keterlibatan dari pasien untuk berperan aktif dalam proses penggunaan obat sehingga perilaku pasien menjadi positif untuk kesembuhannya”, kata dosen farmasi UBAYA tersebut.

Lisa juga menyampaikan manfaat penerapan MTM ternyata tidak hanya dapat di rasakan oleh pasien, tetapi juga dapat dirasakan oleh para fasilitas kesehatan sebagai stakeholder BPJS Kesehatan. “Kepercayaan antar profesi akan lebih meningkat, cost effectiveness, serta juga terjadi komunikasi yang lebih baik antara dokter, pasien dan apotekernya”, tutur wanita yang juga penulis buku Diabetes Melitus-Bukan Vonis Mati tersebut.

Saat ini peserta PRB di wilayah Kantor Cabang Gresik berjumlah 4013 yang terdiri dari penderita diabetes 1999 peserta dan 2014 peserta hipertensi. Jumlah peserta PRB tersebut diyakini Lisa dengan berjalannya MTM akan semakin bertambah dan semakin optimal. “Dengan begitu, akan berkurang juga angka kunjungan pasien ke Rumah Sakit” tutup Lisa. (rp)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia