Kamis, 13 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Berdayakan Istri Pegawai Outsourching, Pemkot Ajak Jadi Pelaku UMKM

10 Agustus 2018, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

PEDULI: Wali Kota Surabaya Tris Rismaharini memberikan arahan kepada istri outsourcing di Satgas Dinas PU Bina Marga dan Pematusan serta Dinas Perumah

PEDULI: Wali Kota Surabaya Tris Rismaharini memberikan arahan kepada istri outsourcing di Satgas Dinas PU Bina Marga dan Pematusan serta Dinas Perumahan Rakyat Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

Pemkot Surabaya tidak henti-hentinya dalam peningkatan pelaku UKM di Surabaya. Kali ini Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak sejumlah istri pegawai outsourcing di lingkup Pemkot Surabaya menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Pahlawan. 

Vega Dwi Arista-Wartawan Radar Surabaya

Istri pegawai outsourcing di antaranya dari satgas PU Bina Marga dan Pematusan serta istri Satgas Dinas Perumahan Rakyat Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang diajak untuk sharing pengembangan skill peningkatan UMKM. “Mari kita kembangkan perekonomian secara mandiri,” ajak Risma kepada para istri outsourcing, kemarin (9/8). 

Dia mengungkapkan, para istri harus bisa mandiri dan menjadi penyemangat dalam keluarga untuk mengembangkan perekonomian. Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu juga mewanti-wanti agar tidak perlu memikirkan modal di awal. “Harus serius dulu karena tanpa semangat dan optimisme tidak akan bisa tercapai,” ujarnya. 

Dia mengungkapkan, hampir semua anggota pejuang muda ekonomi bisa sukses dan penghasilanya sangat luar biasa. Bahkan, saat ini bukan lagi jutawan, tapi mereka juga banyak yang miliarder, karena produknya banyak diimpor. “Itu diawali dari semangat untuk bisa berkembang. Jadi jangan main-main,” ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Chandra Oratmangun menambahkan, para istri pegawai outsourcing diminta kompak dalam pengembangan perekonomian. Skill yang dimiliki harus bisa ditingkatkan untuk peningkatan produk-produk berkualitas. “Peningkatan taraf hidup harus bisa dimulai sekarang dan mau kapan lagi,” terangnya. 

Rencananya, pembinaan dan ajakan untuk masuk ke Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda ini akan disampaikan kepada seluruh istri outsourcing di jajaran Pemkot Surabaya. “Berdasarkan arahan Bu Wali, nanti semuanya, sehingga semakin banyak yang ikut dan bisa menopang perekonomian keluarganya,” imbuhnya.(*/no) 

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia