Rabu, 15 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Pasca Gempa, Penyaluran Bahan Bakar Aman

Selasa, 07 Aug 2018 09:48 | editor : Wijayanto

AMAN: PT Pertamina (Persero) memastikan jika fasilitas Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) di Ampenan, TBBM Badas, dan TBBM Bima wilayah Lombok Nusa Tenggara Barat, serta Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di Denpasar umaman pasca gempa.

AMAN: PT Pertamina (Persero) memastikan jika fasilitas Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) di Ampenan, TBBM Badas, dan TBBM Bima wilayah Lombok Nusa Tenggara Barat, serta Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di Denpasar umaman pasca gempa. (ISTIMEWA)

SURABAYA - PT Pertamina (Persero) mengklaim sarana dan fasilitas Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) di Ampenan, TBBM Badas, dan TBBM Bima wilayah Lombok Nusa Tenggara Barat, serta Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di Denpasar untuk sementara dinyatakan aman pasca gempa berkekuatan 7 SR pada Minggu (5/8) pukul 18.46 WITA.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region V Rifky Rakhman Yusuf mengatakan, saat ini Pertamina telah melakukan pengecekan sarana, fasilitas TBBM, DPPU, dan lembaga penyalur secara paralel.

Keadaan di sekitar TBBM aman dan stok bahan bakar dalam keadaan aman. Untuk memastikan penyaluran bahan bakar berjalan lancar, Pertamina juga telah menyiagakan langkah antisipasif kemungkinan pola ditribusi BBM dengan metode alternatif dan emergency. “Kami tetap dalam posisi waspada dengan memantau perkembangan gempa dan peringatan Tsunami dari BMKG,” ujar Rifky dalam keterangan resmi.

Rifky menambahkan, bahwa Pertamina turut prihatin atas peristiwa gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Barat tersebut. Pertamina saat ini langsung menyiagakan tim Pertamina Peduli untuk memberikan bantuan kemanusiaan di wilayah bencana.

“Pertamina saat ini menyiagakan Satgas Bencana dan Posko Bantuan di Bali dan Lombok. Bantuan Pertamina segera akan disalurkan untuk korban gempa,” ujarnya.

Berdasarkan analisis peta guncangan yang diumumkan BMKG, intensitas gempa dirasakan kuat di Kota Mataram, Karangasem, Ubud, Denpasar, Kuta, Tabanan, Singaraja, Negara, Banyuwangi, Jember, dan Malang.

Menurut Rifky, sejumlah sarana dan fasilitas BBM dan LPG di wilayah tersebut juga dilaporkan dalam keadaan aman.

Sementara itu, PLN menyampaikan kondisi kelistrikan Lombok malam kemarin ada beberapa lokasi yang masih padam dan menyala. 

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka mengatakan, sistem Lombok yang menyuplai listrik kota Mataram dan sekitarnya sebagian besar masih padam. Menurutnya, saat gempa terjadi beberapa daerah yang disuplai sistem Lombok masih menyala dengan beban 50 MW dari beban sistem normal sebesar 220 MW.

“Adapun dua sistem lelistrikan lainnya di NTB yakni sistem kelistrikan Sumbawa dan Bima sebagian besar menyala dan aman, walaupun ada beberapa sebagian kecil daerah yang masih padam,” ujarnya dalam keterangan resmi, kemarin.

Untuk memulihkan pasokan listrik di daerah terdampak gempa, khususnya di Lombok Timur dan Lombok Utara,  pihaknya mengaku telah melakukan inventarisasi kondisi asset di semua lokasi pembangkit. Selain itu, pihaknya juga melakukan pemulihan listrik di daerah padam secara bertahap sesuai Standard Operating Procedure. 

“Kami juga mengantisipasi gempa susulan, berkoordinasi dengan unit-unit PLN lain seperti Bali dan Jawa Timur untuk bantuan personil, peralatan, dan material,” tegasnya. (cin/no)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia