Rabu, 15 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Perlahan, Harga Telur Mulai Turun

Jumat, 03 Aug 2018 11:02 | editor : Wijayanto

MULAI NORMAL: Pedagang menata telur ayam ras di lapak miliknya yang berada di Pasar Wonokromo, Surabaya.

MULAI NORMAL: Pedagang menata telur ayam ras di lapak miliknya yang berada di Pasar Wonokromo, Surabaya. (Suryanto/Radar Surabaya)

SURABAYA - Harga telur di Pasar Tradisional Wonokromo telah berangsur turun. Mulanya dibanderol Rp 29 ribu per kilogram kini menjadi Rp 22 ribu - Rp 23 ribu per kilogram.

Markad, 54, penjual telur di Pasar Wonokromo selama 34 tahun itu mengatakan, harga telur kini sudah turun di angka Rp 22.500 per kilogram.
Ia mengaku memberikan harga Rp 22 ribu per kilogram, apabila pembeli membeli telur dalam jumlah yang besar seperti tiga hingga empat kilogram. Namun meskipun harga telur sudah menurun, kata dia, kondisi pasar malah cenderung sepi.
"Harga sudah turun tapi pasarnya sepi. Kemarin waktu harga telur naik, malah banyak yang mencari telur," katanya, Kamis (2/8).
Dia menambahkan, untuk memasok telur ia hanya mengambil dua hingga tiga peti saja di tengkulak. Di mana dalam satu peti tersebut berisi 10 kilogram telur.
"Tidak berani ambil stok banyak, takut juga telurnya pecah kan jadi rugi. Karena ambil untungnya ya Rp 1000 - Rp 1500. Satu peti itu biasanya dua hari sudah habis," jelasnya.
Sementara itu, Jayus, 52, mengatakan, harga telur di tempatnya sebesar Rp 23 ribu per kilogram. Ia mengaku mengambil untung sebesar Rp 1.500 per kilonya.
"Harga telurnya naik turun, tidak stabil. Ambil pasokannya sedikit takut banyak yang pecah juga. Kalau pecah kan tidak bisa dijual," katanya.
Sementara itu harga daging ayam potong di Pasar Wonokromo terpantau naik di kisaran harga Rp 38 ribu hingga Rp 39 ribu per kilogram. Satu di antara pedagang ayam, Herni mengatakan, harga ayam naik padahal sebelumnya di kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 32 ribu per kilogram. (cin/rud)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia