Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Jelang Agustusan, Perajin Bendera Banjir Orderan

02 Agustus 2018, 13: 44: 22 WIB | editor : Wijayanto

BISNIS MUSIMAN: Salah satu perajin bendera di kawasan Jalan Darmokali, menjahit bendera pesanan pelanggannya, Senin (1/8).

BISNIS MUSIMAN: Salah satu perajin bendera di kawasan Jalan Darmokali, menjahit bendera pesanan pelanggannya, Senin (1/8). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Kampung bendera, seperti tidak asing lagi di dengar masyarakat Surabaya. Kampung yang terletak dikawasan Jalan Darmokali ini tampak meriah, dengan berbagai hiasan dan pernak pernik bendera berwarna merah dan putih saat bulan menjelang hari Kemerdekaan Republik Indonesia seperti saat ini.

Bagi warga Darmokali Surabaya, Agustus bukan hanya peringatan kemerdekaan, tetapi dimulainya panen rezeki. Seperti yang dirasakan oleh salah satu perajin bendera yaitu Gatot, 42, beserta istrinya Mulyati, 41, yang juga bermukim di kampung tersebut. Gatot mengatakan, sebelum bulan Agustus bersama sang istri sudah mempersiapkan ratusan bendera yang di pesan dari berbagai instansi.

“Saya sudah nyetok (mencicil) jauh-jauh hari sebelum jelang agustusan, jadi ini saya buat untuk antisipasi agar tidak kehabisan jika suatu saat ada yang borong banyak,” tutur Gatot, sembari sibuk melayani pembeli, Rabu (1/8).

Menurut Gatot, daganganya selalu ludes tiap tahun. Apa lagi saat puncak menjelang Hari Peringatan Kemerdekaan RI, selain itu juga banyak yang datang langsung ke gerai sederhananya yang terletak di Jalan Darmokali nomor 111 itu. Dengan berbekal mesin jahit, istri Gatot membantu untuk menjahit bendera yang di pesan sesuai desain pelangganya.

“Kadang itu pelanggan saya minta yang aneh-aneh desainnya, ada yang kotak, ada juga yang persegi. Meskipun rumit kita juga harus profesional menuruti kemauan pelanggan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga kebanjiran pesanan dari berbagai instansi pemerintah di Surabaya, seperti Kantor Pemkot Surabaya, Kantor Pemprov Jatim, hingga Markas TNI dan Polisi. Selain itu juga ada pesanan hingga ke luar Surabaya, di antaranya Kertosono, Mojosari, Gresik, bahkan hingga Kalimantan, Papua, Bali, dan masih banyak lainnya.

Dari segi harga juga sangat terjangkau, mulai dari harga Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu dengan berbagai motif. Di antaranya ada motif kipas, plat, logo perusahaan, kapsul, matahari, dan lain sebagainya. Sedangkan motif yang sedang tren saat ini adalah bendera atau umbul-umbul yang terdapat gambar Garuda Pancasila.

Dalam satu hari, Gatot dapat meraup untung hingga Rp 1 Juta per harinya. Bahkan bisa lebih dari itu, saat mendekati puncak hari kemerdekaan.

“Gambar garuda ini banyak yang minat, karena juga lagi tren sekarang. Selain itu desainnya juga bervariasi sesuai pemesanan,” urai perajin yang sudah berjualan sejak 12 tahun lalu ini.

Nasib serupa juga dialami oleh Mulsiani, 46, ia juga mulai kebanjiran pesanan mulai dari dua minggu yang lalu. Sembari menunggu pelanggan, Mulsiani juga menjahit potongan kain bendera maupun umbul-umbul. Sebab, menjelang Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus nanti, permintaan bendera dirasanya semakin meningkat.

“Semakin mendekati 17 Agustus pasokan harus semakin banyak,” pungkasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia