Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Benteng Kedung Cowek Kini Jadi Wisata Sejarah

02 Agustus 2018, 07: 45: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

SAKSI SEJARAH: Dispursip bersama pemerhati sejarah saat meninjau di lokasi Benteng Kedung Cowek, Rabu (1/8).

SAKSI SEJARAH: Dispursip bersama pemerhati sejarah saat meninjau di lokasi Benteng Kedung Cowek, Rabu (1/8). (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

Share this      

Kawasan Benteng Kedung Cowek akan disulap menjadi salah satu tempat wisata bersejarah di Surabaya. Untuk merealisasikan hal tersebut, Pemkot Surabaya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) menggandeng komunitas pemerhati sejarah agar bisa didapatkan data yang akurat terkait kawasan yang menjadi saksi sejarah kemerdekaan itu.

Vega Dwi Arista-Wartawan Radar Surabaya

Kepala Dispursip Surabaya Musdiq Ali Suhudi mengatakan, Benteng Kedung Cowek bisa menjadi salah satu spot destinasi wisata yang unik. Yakni, perpaduan antara wisata dan sejarah. Bahkan, kawasan itu bisa jadi salah satu dari rangkaian wisata Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya). Mulai dari timur, yakni mangrove Gunung Anyar, mangrove Wonorejo, Pantai Ria Kenjeran, THP Kenjeran, Jembatan Suroboyo, Sentra Ikan Bulak, jembatan gantung, Lapangan Tembak, Benteng Kedung Cowek dan Jembatan Suramadu. "Nantinya akan berkesinambungan agar bisa jadi rute wisata," jelasnya, Rabu (1/8).

Dia mengungkapkan, dari beberapa kawasan obyek tersebut, memang yang perlu penanganan khusus adalah benteng. Karena kondisinya sebagian besar masih tertutup dengan pepohonan. Selain keberadaan benteng, di area ini juga terdapat sebuah sumber air yang menjadi salah satu bukti otentik digunakannya benteng pada peristiwa perang 10 November 1945. 

“Kita juga harus tahu sejarahnya dan konsep membuat benteng itu jadi wisata terbaik,” imbuhnya.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup ini menambahkan, penggalian informasi benteng tidak hanya di lokasi, bahkan Dispursip juga menelusuri beberapa tempat yang ada kaitannya dengan Benteng Kedung Cowek. Kendati demikian, Dispursip masih terus melakukan penelusuran peta yang lama. "Keberadaan pemerhati sejarah sangat penting membantu untuk pengembangan wisata tersebut," ujarnya.

Salah satu pendiri komunitas pemerhati sejarah Roode Brug Soerabaia Ady Setyawan mengungkapkan, Benteng Kedung Cowek ini punya peranan penting dalam peristiwa pertempuran 10 November 1945. Bukti begitu dahsyatnya pertempuran Surabaya masih terlihat jelas dari bekas bangunan benteng yang rusak imbas dari tembakan senjata. 

Bahkan, dari hasil penelusuran di lokasi, ditemukan beberapa peluru yang masih bersarang di tembok benteng. "Jika konsep dimatangkan akan jadi wisata sejarah yang luar biasa," jelasnya.(*/no) 

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia