Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Hindari Jurnal Abal-Abal dengan KKN

01 Agustus 2018, 15: 05: 44 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Rektor Unigres, Prof Dr H Sukiyat sedang memberikan almamater kepada  Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro (tengah), didampingi Wabub Gresik, Moch Qosim (kiri).

Rektor Unigres, Prof Dr H Sukiyat sedang memberikan almamater kepada Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro (tengah), didampingi Wabub Gresik, Moch Qosim (kiri). (HANY AKASAH/RADAR GRESIK)

Share this      

Untuk memenuhi akreditasi, dosen maupun mahasiswa sering menempuh jalur membuat jurnal abal-abal sebagai persyaratan kelulusan maupun kenaikan jabatan. Untuk itu, perlu proses pengabdian dan pengabdian ke masyarakat yang nyata untuk mengurangi jurnal plagiat maupun abal-abal.

Rektor Unigres, Prof Dr H Sukiyat  mengatakan KKN ini bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi, yang terdiri dari Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Dosen dituntut memiliki buku ajar dalam meningkatkan kualitas pengajaran di kampus. Dalam bidang penelitian maupun pengabdian masyarakat juga demikian. “Kami berharap proses KKN  ini bisa menghasilkan karya ilmiah seperti tesis maupun skripsi yang tidak plagiat atau abal-abal,” kata  Rektor memberi sambutan saat melepas 311 Mahasiswa Universitas Gresik (Unigres) KKN, di Kampus Unigres, Senin (30/7).

Wabub Gresik, Mochammad Qosim menyampaikan dalam proses belajar maupun KKN mahasiswa harus serius. Qosim mengibaratkan yang ditanamkan ke masyarakat saat ini, nantinya bakal ditanam kemudian hari. Sehingga, mahasiswa harus mampu memberikan kemampuan yang terbaik saat KKN nantinya. “Sesuai teori Albert Einstein bahwa sains tanpa agama adalah lumpuh, agama tanpa sains adalah buta. Makanya, itu ilmu agama dan pengetahuan harus berjalan seiring. Dipaparkannya, sesuai dengan karakter pemimpin zaman now, sosok pemimpin memiliki tiga karakter, yakni karakter yang baik, kompetensi berkualitas serta kemampuan literasi.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro menambahkan program KKN ini dapat meringankan beban Polres Gresik dalam pengamanan dan pendampingan masyarakat. “Kami berharap mahasiswa dapat mengembangkan skill, pengetahuannya kepada masyarakat. Dengan jumlah penduduk dan personil kepolisian yang tidak seimbang, 1 : 1456 penduduk diperlukan bantuan dan pengawalan dari Kamtibmas,” kata dia.

Sebanyak 311 mahasiswa  terdapat enam fakultas yang ikut dalam KKN. Rinciannya, 53 mahasiswa  Fakultas Hukum, 96 Fakultas Ekonomi, 53 mahasiswa Fakultas Teknik, 15 FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Fakultas kesehatan 32 mahasiswa, Fakultas Sastra dan seterusnya. “Untuk yang strata 1 di wilayah desa/kelurahan wilayah Kecamatan Kebomas, Gresik dan Kabupaten Bangkalan, Madura untuk yang Pascasarjana,” pungkasnya. (han)

(sb/han/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia