Jumat, 15 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Korset Go, Permudah Petani Beraktivitas

Atasi Keluhan Nyeri di Pinggang atau Punggung

01 Agustus 2018, 15: 02: 03 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Dua petani buah bekerja dengan menggunakan korset go.

Dua petani buah bekerja dengan menggunakan korset go. (HANY AKASAH/RADAR GRESIK)

Share this      

Persoalan para petani saat bekerja yakni sering mengalami keluhan atau nyeri di bagian pinggang atau punggung. Untuk mengatasi keluhan itu, ada inovasi baru yang dikeluarkan, yakni korset go.

INOVASI itu dimunculkan oleh tiga mahasiswa Uiniversitas Internasional Semen Indonesia (UISI). Mereka adalah Dini Annisa Utami, Rizky Wulandari dan Mohammad Chafidh Supriyanto. Dengan korset go, mereka ingin menjadikan barang tersebut sebagai alat bantu guna meningkatkan kenyamanan aktivitas petani.
Mohammad Chafidh Supriyanto mengatakan inovasi di bidang ergonomi itu dilengkapi dengan titik akupuntur dari batuan alam yang berfungsi sebagai titik relaksasi agar peredaran darah menjadi lancar. “Korset ini juga dapat mengurangi nyeri akibat posisi kerja yang dituntut banyak membungkuk,” kata Chafidh.

Ia menyatakan sudah mengujicoba korset tersebut. Pengguna pertama adalah petani buah. Ada empat petani buah yang mengeluhkan sakit atau nyeri pada pinggang dan punggung karena aktivitas mereka yang lebih banyak membungkuk.

Menurutnya, testimoni yang sudah dilakukan selama dua hari pemakaian oleh petani, respons yang diberikan positif. Semua petani mengatakan bahwa korset go ini nyaman saat digunakan.

“Juga memberikan efek hangat seperti memakai koyo dan mengurangi kelelahan akibat bekerja,” papar dia.

Salah satu indikator mengukur kelelahan adalah tekanan darah, dan terjadi perbedaan tekanan darah. Yakni antara sebelum dan setelah menggunakan korset ini. ”Tekanan darah sebelum pemakaian menunjukkan angka 124 mmHg namun setelah menggunakan korset menjadi 120 mmHg,”  jelas dia.

Diharapkan, inovasi  itu mampu memperkaya karsa cipta oleh mahasiswa. Ia menambahkan pengembangan akan terus dilakukan dengan desain yang lebih baik. “Selanjutnya kami akan mengurus hak paten untuk desain dan brand kami,” tambah Dini Annisa. (*/jee)

(sb/han/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia