Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Pasien Penyakit Kronis Terus Bertambah

01 Agustus 2018, 14: 07: 18 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Para pegawai rumah sakit mempersiapkan pegawainya untuk tanggap dalam merawat pasien penyakit kronis.

Para pegawai rumah sakit mempersiapkan pegawainya untuk tanggap dalam merawat pasien penyakit kronis. (HANY AKASAH/RADAR GRESIK)

Share this      

Penderita penyakit kronis dan katastropik di Gresik terus meningkat. Selain kemudahan penanganan dengan pembiayaan dari BPJS Kesehatan, juga karena gaya hidup masyarakat yang tidak terkontrol.

Kepala Dinas Kesehatan, Nurul Dhollam mengatakan dengan terus meningkatnya jumlah penderita penyakit kronis dan katastropik pihaknya terus melakukan upaya promotif dan preventif kepada pasien. “Dari BPJS Kesehatan juga sudah melakuakan upaya promotif maupun preventif, kami juga sudah melakukan hal yang sama,” kata Nurul.

Dari data BPJS, tahun 2017, biaya yang dihabiskan untuk penyakit katastropik telah mencapai Rp 18,4 triliun atau 21,8 persen  dari total biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan juga fokus untuk menjaga masyarakat yang sehat tetap sehat melalui berbagai program promotif preventif yang dilaksanakan. Sementara bagi masyarakat yang berisiko menderita penyakit katastropik seperti diabetes melitus dan hipertensi, dapat mengelola risiko tersebut melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang juga merupakan bagian dari upaya promotif preventif perorangan peserta JKN-KIS.

“Berbagai penyakit katastropik tersebut sangat bisa dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Kesehatan menjadi salah satu pilar yang menentukan kemajuan suatu bangsa,sebab kesehatan mempengaruhi produktivitas penduduknya. Ke depannya kami berharap kesadaran masyarakat untuk membudayakan pola hidup sehat dapat meningkat dari waktu ke waktu,” ujar dia,

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik Galih Anjungsari menambahkan,  sampai dengan 20 Juli 2018, terdapat 199,8 juta jiwa penduduk Indonesia yang telah menjadi peserta JKN-KIS. “Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 22.322 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 2.406 rumah sakit dan klinik utama, 1.599 apotek, dan 1.078 optik,” papar dia. (han)

(sb/han/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia