Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Dongkrak Perolehan Pajak dengan Layanan Digital

Selasa, 31 Jul 2018 00:05 | editor : Abdul Rozack

grafis Dongkrak Perolehan Pajak

grafis Dongkrak Perolehan Pajak (Grafis: Fajar)

SURABAYA – Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Surabaya optimistis bisa mengejar target perolehan pajak pada 2018 senilai Rp 3,5 triliun. Meningkatnya pembangunan pemukiman baru di kawasan barat jadi salah satu titik sentral masuknya nilai pajak yang bertambah besar. Selain itu layanan pajak digital diharapkan juga mampu mendongkrak perolehan karena memudahkan masyarakat dalam pembayaran pajak.

Kepala BPKPD Yusron Sumartono mengatakan, saat ini perolehan pajak sudah mencapai Rp 2,1 triliun. Nilai tersebut didominasi oleh Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTP). “Kami tetap optimistis karena juga dibantu dengan pelayanan pajak digital,” katanya, Minggu (29/7).

Yusron menambahkan, pihaknya mengajak salah satu bank BUMN selaku mitra Pemkot Surabaya supaya lebih gencar mensosialisasikan pembayaran pajak daerah secara digital. Salah satu cara dengan menyampaikan kepada setiap nasabah yang datang bahwa ada beberapa bank atau penyampaian melalui media sosial terkait membayar pajak. “Nasabah tidak perlu datang ke bank, cukup membuka gadget masing-masing, mereka bisa membayar kapan dan dimanapun. Hitung-hitung menghemat waktu dan energi,” terangnya.

Sementara itu perolehan BPHTB saat ini sudah mencapai 552 miliar lebih dari target Rp 1,17 triliun. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kemudian menyusul menjadi penyumbang kedua dalam perolehan pajak semester I 2018. PBB telah mencapai Rp 830 miliar dari target Rp 1,054 triliun.

Pajak Reklame saat ini Rp 73 miliar dari target Rp 133 miliar, sedangkan Pajak Hiburan terealisasi sebesar senilai Rp 47,9 miliar dari target Rp 71,5 miliar, Pajak Hotel dari target Rp 225 miliar telah terealisasi 67 persen atau senilai Rp 150 miliar.

Kemudian perolehan Pajak Restoran telah terealisasi senilai Rp 252 miliar dari target Rp 382 miliar, Pajak Parkir senilai Rp 49,9 miliar dari target Rp 76 miliar. Untuk pajak Penerangan Jalan (PPJ) tercapai senilai Rp 234 miliar dari target Rp 390 miliar dan Pajak Air Tanah terealisaai senilai Rp 821 juta dari target Rp 1,4 miliar. Total nilai pajak yang sudah diperoleh hingga saat ini mencapai 61 persen.

Yusron menegaskan, BPHTB dan PBB yang menjadi pajak penyumbang terbanyak dipastikan akan menutupi kebutuhan target pajak pada akhir tahun nanti. Perkembangan wilayah barat dengan banyaknya pemukiman, apartemen hingga restoran membuat target pajak lebih mudah terealisasi. Ketua Komisi B DPRD Surabaya Mazlan Mansyur mengatakan, kebocoran penerimaan pajak setiap tahun harus bisa diminimalisir. Hal tersebut bisa menutupi kekurangan pajak di sejumlah sektor. Sektor pajak lain yang masih rendah harus digenjot dengan sejumlah inovasi. “Bukan membuat beban masyarakat dengan nilai pajak tinggi tetapi bagaimana memudahkan masyarakat membayar pajak tanpa harus menunggak,” ujar politisi PKB ini. (vga/nur)

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia