Kamis, 19 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Sakit dan Hamil, 11 JCH Tertunda Berangkat ke Tanah Suci

28 Juli 2018, 13: 25: 57 WIB | editor : Wijayanto

TES KESEHATAN: Petugas kesehatan di klinik Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), memeriksa tekanan darah Umi Kulsum, CJH kloter 33 asal Kota Blitar, Jumat (27/7).

TES KESEHATAN: Petugas kesehatan di klinik Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), memeriksa tekanan darah Umi Kulsum, CJH kloter 33 asal Kota Blitar, Jumat (27/7). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Miskat, 70, jamaah calon haji (JCH) asal Probolinggo yang kesehariannya sebagai pemulung harus tertunda berangkat ke Tanah Suci bersama kloter 28 Kamis (26/7) malam. Hingga kemarin Miskat masih tergolek lemah di RSU Haji Sukolilo, harus menjalani perawatan karena mengalami gangguan pernapasan.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dr Muhammad Budi Hidayat mengatakan, saat ini Miskat masih menjalanni perawatan intensif karena didiagnosis sakit paru-paru. "Kondisinya masih dalam perawatan para ahli karena sesak napas, ya mudah mudahan bisa segera pulih," tutur Budi saat ditemui di Asrama Haji Emarkasi Surabaya (AHES), Jumat (27/7).

Untuk sementara, masih belum bisa dipastikan kapan Miskat bisa berangkat ke Tanah Suci. Karena rumah sakit masih belum mengeluarkan surat rekomendasi kepada Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) agar Miskat dapat berangkat. "Sampai saat ini kondisi kesehatannya lambat laun membaik dan semoga bisa direkomendasikan untuk layak terbang. Kemungkinan nanti akan ikut gelombang kedua," jelas Budi.

Adapun data diperoleh dari AHES pada saat ini, ada 11 orang yang harus tertunda berangkat karena sakit, termasuk Miskat. Mereka menjalani perawatan di RSU Haji Sukolilo karena sakit atau hamil.

Budi menjelaskan, masih ada 11 CJH yang terdiri dari kloter 8, 10, 15 dan 23 tertunda keberangkatannya dikarenakan mengalami sakit jantung, paru-paru, gagal ginjal, dan anemia. "Jadi secara fisik para CJH yang sakit belum bisa layak terbang, kemungkinan juga ke 11 CJH ini akan ikut gelombang dua," terang Budi.

Budi mengungkapkan, pada tahun ini CJH yang mengalami sakit atau hamil cenderung menurun dari tahun sebelumnya. Ia menuturkan, menurunnya jumlah tersebut dikarenakan ketatnya seleksi di berbagai Kelompok Bimbingan Ibadah Haji di Jawa Timur. "Alhamdulillah di banding tahun lalu kali ini menurun, dulu sampai membeludak di RSU Haji, sampai ada yang dirujuk ke RSUD dr Soetomo," ungkapnya.

Seusai wawancara, Budi menyampaikan pada masyarakat  Surabaya agar memberikan doa kesembuhan bagi CJH yang masih belum diberi kesembuhan agar segera bisa berangkat ke Tanah Suci. "Kita optimistis, mari kita doakan agar Pak Miskat dan CJH lainnya segera diberi kesehatan," tutupnya.(gin/no)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia