Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

E-Tilang CCTV untuk Atasi Kemacetan Lalu Lintas

27 Juli 2018, 17: 23: 19 WIB | editor : Wijayanto

BERI EFEK JERA: Dishub berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Surabaya untuk penindakan pelanggaran yang tertangkap CCTV e-Tilang.

BERI EFEK JERA: Dishub berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Surabaya untuk penindakan pelanggaran yang tertangkap CCTV e-Tilang. (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Upaya Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya dalam meminimalisir kemacetan di Surabaya terus dilakukan. Sejumlah pembangunan infrastruktur dan rekayasa jalan dilakukan agar Kota Pahlawan bebas dari kemacetan.

Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyu Drajat mengatakan, saat ini penambahan jalan yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya sebanyak 4 persen setiap tahunnya, sebenarnya sebanding dengan jumlah kendaraan milik masyarakat Surabaya. Namun, sebagai Kota Metropolis, masyarakat dari luar Surabaya setiap harinya banyak berdatangan untuk melakulan sejumlah aktivitas. "Nah hal itulah yang membuat jumlah kendaraan di Surabaya meningkat," katanya.

MANFAATKAN TEKNOLOGI: Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyu Drajat menunjukkan hasil rekam CCTV e-Tilang pengguna kendaraan yang melanggar.

MANFAATKAN TEKNOLOGI: Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyu Drajat menunjukkan hasil rekam CCTV e-Tilang pengguna kendaraan yang melanggar. (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

Irvan menambahkan, jumlah kendaraan yang melintas di jalan jumlahnya berlipat ganda. Hal itu menjadi problem transportasi antar perkotaan yang terus dicarikan jalan keluar oleh Dishub. "Meski ditambahi infrastruktur jalan, tapi ya tetap padat jalannya," ujarnya.

Dia mengungkapkan, ada banyak opsi yang sudah dilakukan oleh Dishub selama ini. Di antaranya, melakukan rekayasa jalan dengan menempatkan sejumlah petugas di titik-titik kemacetan. Kemacetan tersebut juga disebabkan banyak hal, yakni ada pasar tumpah, pembangunan jalan dan intensitas kendaraan. "Karena itu rekayasa lalu lintas sangat penting agar kemacetan bisa diminimalisir," ucapnya.

Di sisi lain, Dishub juga sudah melakukan sejumlah pembangunan park and ride. Akses parkir yang nyaman dan mudah tidak akan lagi memakan badan jalan yang membuat jalan menyempit. Hal itu diharapkan bisa mengurangi kepadatan kendaraan di jalan.

Park and Ride di Jalan Mayjend Sungkono menjadi salah satu tempat parkir dengan skema bangunan khusus untuk parkir. Nantinya, akan banyak lagi dibangun tempat parkir bangunan memadai agar masalah parkir di pinggir jalan bisa teratasi.

Dia melanjutkan, penyediaan transportasi masal di Surabaya juga terus dilakukan. Sebanyak delapan Suroboyo Bus untuk akses utara-selatan dan dua bus CSR untuk akses timur-barat diharapkan bisa membuat masyarakat menggunakan fasilitas transportasi umum. Perbaikan dan kenyamanan transportasi umum kecil lainnya juga terus dilakukan. "Diharapkan masyarakat tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi tetapi memanfaatkan transportasi masal," terangnya.

Irvan menambahkan, skema meminimalisir kemacetan yang akhirnya berujung pada kelancaran lalu lintas juga diantisipasi oleh Dishub. Kelancaran jalan bisa berdampak pada kecelakaan yang diawali karena pelanggaran. Karena itu, Dishub terus membenahi marka, rambu-rambu lalu lintas serta memasang speed trap. "Kita antisipasi sejak dini sebelum terjadi kecelakaan," tegasnya.

Selain itu, untuk mencegah pelanggaran jalan Dishub telah memasang CCTV e-Tilang di lima titik persimpangan. Yakni Kertajaya-Dharmawangsa, Mustopo-Dharmawangsa, Margorejo, Jalan Diponegoro dan Jalan Mayjen Sungkono. Setiap titik dipasang empat CCTV e-Tilang yang bisa merekam pelanggaran pemakai kendaraan.

Proses e-Tilang on the spot juga telah dikoordinasikan dengan Satlantas Polrestabes Surabaya dan Kejari Surabaya. Penindakan penilangan dilakukan pada pelanggar traffic light, marka dan rambu-rambu lalu lintas.

Menurut Irvan, penerapan CCTV e-Tilang diharapkan membuat jera pengguna kendaraan yang melanggar aturan. Sehingga, budaya tertib lalu lintas bisa terjaga tanpa harus ada petugas berjaga di sepanjang jalan. Penindakan melalui CCTV e-Tilang juga meminimalisir perdebatan antara pengguna kendaraan dan petugas. "Kami ingin akses lalu lintas di Surabaya semakin aman dan nyaman. Tertib dan meminimalisir kemacetan," pungkasnya. (vga/nur)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia