Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Pemerintah Diharap Awasi Pembangunan Fasum

26 Juli 2018, 12: 03: 30 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Para pengembang sedang melanjutkan proses pembangunannya.

Para pengembang sedang melanjutkan proses pembangunannya. (FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

Banyaknya pengembang nakal yang tidak mendirikan perumahan sesuai siteplan membuat masyarakat kecewa. Tidak sedikit yang melakukan protes, bahkan meminta pemerintah untuk meningkatkan pengawasan dalam proses pembangunan perumahan.

Manager Project PT Perumahan Nasional (Perumnas), Agus Widodo mendorong pemerintah agar meningkatkan pengawasan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) perumahan. Sebab, banyak proyek perumahan yang tidak punya fasum dan fasos.

“Jangan sampai antar pengembang timbul rasa iri akibat perlakuan diskriminatif. Misal perumahan A fasum dan fasosnya kurang dari 40 persen, namun dibiarkan beroprasi,” jelasnya.

Selama ini, pengembang yang tidak memiliki fasum dan fasos mayoritas mereka yang tidak ingin rugi proyeknya. Biasanya, perumahan yang tidak punya fasum dan fasos adalah dengan luas lahan kecil.

“Pengembang beranggapan setelah IMB keluar pemerintah tidak melakukan pengawasan. Maka dari itu mereka membangun seenaknya,” tandasnya.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jatim, Moch Iqbal mengakui beberapa kompleks perumahan Gresik banyak yang tidak memiliki fasum maupun fasos.

“Rata-rata pengembang yang membangun tidak sesuai dengan siteplan di luar anggota kami. Kami pun tidak bisa berbuat banyak,” katanya. Untuk itu Iqbal mendorong pemerintah melakukan cek and balance kondisi di lapangan setelah pengembang selesai membangun.

“Jangan sampai lahan yang awalnya dilaporkan sebagai fasum dan fasos hilang atau pada prakteknya tidak dibangun. Ini akan mempengaruhi persepsi pasar terhadap produk hunian baru yang dijual,” tandasnya. (fir/han)

(sb/fir/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia