Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Hingga Juni, Sudah 487 Bangunan Liar di Surabaya Ditertibkan

26 Juli 2018, 09: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Penertiban bangunan liar jalan semarang

Penertiban bangunan liar jalan semarang (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

Penertiban bangunan liar (bangli) oleh Satpol PP terus dilakukan secara berkala. Hingga Juni 2018 sudah ada 487 bangli yang dirobohkan.

Kepala Satpol PP Irvan Widyanto mengatakan, bangli yang ditertibkan tersebut melanggar aturan sesuai dengan perda yang berlaku. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang serta Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah. "Setelah ada koordinasi kami sebagai penegak perda di lapangan langsung bertindak," katanya.

Menurutnya, sebelum eksekusi pihaknya juga telah mensosialisasikan pada pemilik bangli. Jika tidak dibongkar sendiri, maka Satpol PP yang akan menertibkan. Petugas juga membantu dengan mengangkat barang-barang sesuai kebutuhan pemilik bangli. "Pendekatan humanis juga kita lakukan karena tidak serta merta mengusir orang meski berada di bangli," ucap Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran ini.

Dari data rekapitulasi Satpol PP tercatat sebanyak 328 bangli telah ditertibkan selama triwulan I. Sedangkan pada triwulan kedua sebanyak 159 bangunan ditertibkan. Pada semester pertama, penertiban paling banyak dilakukan di kawasan Surabaya Utara.

Dia menegaskan, bangli yang ditertibkan rata-rata berada di atas saluran, pinggir sungai serta fasilitas umum yang menggangu kepentingan masyarakat. Karena itu, dengan adanya penertiban, hak masyarakat yang lebih luas lagi bisa terselamatkan. "Perda sudah ditegakkan untuk kepentingan masyarakat," ujarnya. 

Ketua Komisi A Herlina Harsono Njoto mengatakan, penertiban bangli juga harus diimbangi dengan relokasi. Jika warga Surabaya maka bisa ditampung di rusunawa. Sedangkan untuk dagangan bisa disediakan sentra PKL yang memadai. "Sentra PKL juga harus prospektif biar laku jangan sepi," tegas politisi Partai Demokrat ini. (*/no)

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia