Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Liar, Satpol PP Surabaya Robohkan 11 Bangunan Semi Permanen

26 Juli 2018, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

DIBEGO: Petugas menggunakan alat berat merobohkan 11 bangunan liar di Jalan Semarang, Surabaya, Rabu (25/7). Lantaran, bangunan semi permanen ini bera

DIBEGO: Petugas menggunakan alat berat merobohkan 11 bangunan liar di Jalan Semarang, Surabaya, Rabu (25/7). Lantaran, bangunan semi permanen ini berada di ruang milik jalan (rumija). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

Satpol PP Surabaya bertindak tegas terhadap 11 bangunan semi permanen di Jalan Semarang. Karena dinilai melanggar ruang milik jalan (rumija), Satpol PP merobohkan bangunan tersebut pada Rabu (25/7) pagi.

Vega Dwi Arista-Wartawa Radar Surabaya

Pembongkaran tersebut sempat mendapat perlawanan warga pemilik bangunan. Mereka menilai pembongkaran itu melanggar aturan. Meski ada penolakan, namun petugas Satpol yang sudah membawa alat berat dan dikawal oleh polisi dan TNI tetap merobohkan beberapa bangunan tersebut. 

Bego yang sudah disiapkan Satpol PP kemudian merobohkan satu per satu bangunan semi permanen tersebut. Pemiliknya hanya bisa pasrah melihat bangunan yang jadi tempat jualan etalase kaca itu hancur.

Kabid Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Bagus Supriyadi mengatakan, bangunan yang berdiri sejak 1967 tersebut sudah diberikan sosialisasi untuk ditertibkan. Lahan tersebut merupakan rumija yang akan diperuntukkan bagi fasilitas umum. "Kami sudah sesuai aturan dalam penertiban tersebut," katanya.

Dia menambahkan, pemilik bangunan sebenarnya sudah menyelesaikan perjanjian sewa menyewa sejak 2012 lalu. Karena itu, saat ini lahan tersebut sudah kembali ke rumija. "Asetnya balik lagi dan kami tertibkan sesuai aturan sosialisasi hingga surat pemberitahuan," tegasnya.

Suasana penertiban tersebut sempat mendapat perhatian Wakil Ketua DPRD Surabaya Masduki Toha. Politisi PKB yang mengaku melintas di kawasan Jalan Semarang tersebut sengaja mampir untuk melihat eksekusi bangunan. "Saya kena macet dan mampir melihat keluhan pemilik bangunan," terangnya.

Penasihat Fraksi PKB DPRD Surabaya ini menegaskan, prihatin dengan penertiban bangunan di Jalan Semarang. Pedagang mengaku tertindas dengan penertiban bangunan yang bisa menghilangkan mata pencaharian penjual etalase tersebut. "Kami akan panggil Satpol PP nantinya untuk mendapatkan penjelasam terkait penertiban tersebut," ucapnya.

Seharusnya, lanjutnya, pemilik bangunan diajak duduk bersama memberikan solusi terbaik. Sehingga, jika ada penertiban tidak terjadi penolakan dan keprihatinan. (vga/no)

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia