Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Bea Cukai Andalkan Kontribusi dari Pelabuhan

25 Juli 2018, 13: 35: 50 WIB | editor : Aries Wahyudianto

: Wakil Bupati Gresik, Muhammad Qosim bersama bea cukai melakukan pengawasan industri rokok

: Wakil Bupati Gresik, Muhammad Qosim bersama bea cukai melakukan pengawasan industri rokok (FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Tipe Madya B Gresik (KPPBCTMB) terus mengoptimalkan pencapaian penerimaan cukai rokok di tahun 2018 ini. Sebab, kondisi penerimaan cukai di semester satu ini belum maksimal.

Kepala Sub Seksi Pelayanan Informasi KPPBC Gresik, Faisal Andy mengatakan pada semester I/2018 realisasi penerimaan cukai KPPBC Gresik mencapai Rp 172,075 miliar atau sekitar 32 persen dari target Rp 530,051 miliar.

“Kami masih optimis target bisa terealisasi. Ini masih pertengahan tahun,” kata dia.

Diakui, target cukai rokok di KPPBCTMB Gresik di tahun 2017 belum tercapai. Penyebabnya, di wilayah kerja KPPBC Gresik yakni Kabupaten Gresik dan Lamongan jumlah industri dan pabrik rokok tidak banyak.

“Di Lamongan ada dua industri rokok. Gresik justru tidak ada. Ini yang membuat penerimaan cukai di tempat kami tidak begitu besar,” jelasnya.

Meski begitu, target penerimaan Bea Keluar dan Bea Masuk tahun ini tercapai. Melihat, banyak pelabuhan, baik berstatus milik sendiri maupun umum di Gresik.

Dipaparkannya, KPPBC Gresik mentargetkan, penerimaan Bea Masuk tahun ini sebesar Rp 64 miliar. Sementara realisasi yang tercatat diemester I/2018 hanya mencapai Rp 32 miliar atau 50,27 persen dari target.

“Sedangkan untuk bea keluar tahun kami mentargetkan Rp 6,120 miliar sementara realisasi yang berhasil dicapai Rp 1,521 miliar atau 24,85 persen,” ungkap dia.  

Kepala KPPBC Gresik, Indra Gautama Sukiman mengaku berupaya menindak peredaran rokok tanpa cukai. Pihaknya secara rutin menggelar sosialisasi ketentuan dibidang cukai hasil tembakau untuk mencegah peredaran rokok ilegal. Masyarakat diminta aktif berperan melaporkan ke kantor bea dan cukai jika ada distributor yang tidak dilengkapi pita cukai. Atau terindikasi memakai pita cukai palsu.

“Kami optimis target tahun ini bisa direalisasikan. Sebab untuk cukai rokok memang trend penerimaan signifikan terjadi pada bulan Oktober hingga Desember,” imbuhnya.

Analis keuangan, Firdaus Indrajaya Tuharea menambahkan penerimaan pajak dari sektor cukai rokok di Gresik tidak bisa diharapkankarena tidak ada industri rokok. Praktis bea cukai hanya bisa berharap cukai rokok dari Kabupaten Lamongan. “Sektor penerimaan cukai rokok tertolong dengan banyaknya ekspor import produk curah,” pungkasnya. (fir/han)

(sb/fir/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia