Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo
Juga Kabupaten Inisiator Pembentukan UPTD PPA

Sidoarjo Raih Penghargaan Kota Layak Anak 2018

24 Juli 2018, 20: 35: 18 WIB | editor : Lambertus Hurek

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah (kanan), didampingi Kepala DPM P3A-KB Ali Imron, menunjukkan trofi penghargaan Kota Layak Anak Kategori Madya dan Kabupaten Inisiator Pembentukan UPTD PPA.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah (kanan), didampingi Kepala DPM P3A-KB Ali Imron, menunjukkan trofi penghargaan Kota Layak Anak Kategori Madya dan Kabupaten Inisiator Pembentukan UPTD PPA. (IST)

Share this      

Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kembali diterima Kabupaten Sidoarjo tahun ini, setelah tahun sebelumnya juga mendapatkan penghargaan serupa. Dua kategori yang diraih oleh Sidoarjo adalah Kota Layak Anak Kategori Madya dan penghargaan Kabupaten Inisiator Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA). Kabupaten Sidoarjo tercatat sudah kali kelima mendapatkan penghargaan KLA. Mulai tahun 2012, 2013, 2015, 2017, dan 2018.
Penghargaan Kabupaten Layak Anak 2018 ini secara nasional diperoleh Kabupaten Sidoarjo bersama sepuluh kabupaten/kota lainnya. Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pusat Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (DPM P3A KB) Ali Imron, predikat KLA tahun 2018 kategori Madya. Saat mendampingi Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menerima penghargaan di Dyandra Convention Center, Surabaya, Senin (23/7), Ali Imron menjelaskan bahwa evaluasi KLA 2018 diikuti 389 kabupaten/kota dan terpilih 177 kabupaten/kota yang mendapat penghargaan.
Evaluasi KLA melalui empat tahap, yaitu penilaian mandiri, verifikasi administrasi, verifikasi lapangan, dan terakhir verifikasi final.
Sementara itu, Penghargaan Inisiator UPTD PPA adalah penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo karena telah menginisiasi dan merespons pembentukan UPTD PPA di Kabupaten Sidoarjo.
Menteri PPPA Yohana Susana Yembise mengatakan bahwa komitmen kepala daerah menjadi kunci utama atas terbentuknya unit layanan ini sebagaimana amanat Permendagri Nomor 12 Tahun 2017 bahwa pembentukan UPTD merupakan hasil dari executive review dan ditetapkan dalam peraturan kepala daerah. "Mengingat proses yang terus berjalan, saat ini banyak daerah juga tengah mengupayakan pembentukannya. Penyediaan unit layanan teknis semacam ini merupakan langkah maju negara dalam memberikan perlindungan khususnya terhadap perempuan dan anak," jelasnya.
Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengaku sangat bangga dan bersyukur atas capaian prestasi tersebut. Menurut dia, raihan prestasi ini merupakan kerja keras seluruh pihak yang telah berkomitmen mewujudkan Kabupaten Sidoarjo untuk  menjadi Kabupaten Layak Anak.
Ia mengatakan, untuk mencapai kondisi KLA masih harus melewati dua tingkatan lagi, yaitu utama dan kemudian Kabupaten Layak Anak.  "KLA tingkat Madya sudah sesuai target kami pada tahun ini.  Perlu lebih kerja keras, cerdas, dan ikhlas lagi untuk mencapai predikat Kabupaten Layak Anak ke depan," katanya usai menerima Deputi Tumbuh Kembang dan Anak dari Kementerian PPPA Leny Nurhayanti Rosalin di Pendopo, Selasa (24/7).
Bupati Saiful Ilah menambahkan, untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak, lima klaster hak anak sebagai syarat terwujudnya KLA terus diupayakan Pemkab Sidoarjo. Upaya tersebut antara lain dengan inovasi percepatan registrasi kelahiran dan kepemilikan kutipan akta kelahiran, mengadakan berbagai  kegiatan forum anak hingga tingkat desa, membentuk Pusat Pembelajaran Keluarga Sejahtera, pengembangan puskesmas ramah anak dengan berbagai inovasi, pembentukan sekolah ramah anak, dan sebagainya. (nis/rek)

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia