Sabtu, 07 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Sidoarjo

Harga Pakan Ternak Masih Tinggi

24 Juli 2018, 20: 30: 15 WIB | editor : Lambertus Hurek

Salah satu sentra ayam petelur di Sidoarjo.

Salah satu sentra ayam petelur di Sidoarjo. (DOK)

Share this      

Masyarakat mengeluhkan harga telur yang tinggi. Harga telur masih di kisaran 28.000 per kilogram. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo  Handajani mengatakan, mahalnya harga telur tersebut disebabkan mahalnya harga pakan ternak yang saat ini masih impor dari Thailand.
Kenaikan harga tersebut menyebabkan ongkos produksi naik yang berdampak pada naiknya harga telur. "Dampak dari kenaikan harga pakan tersebut membuat  biaya produksi tinggi sehingga produsen telur  menaikkan harganya," katanya kemarin.
Handajani menambahkan, kurs dolar yang naik mengakibatkan harga pakan ternak ikut naik. "Ketika kita impor dan dolarnya naik, maka otomatis harganya ikut naik. Kenaikan harga telur ini bukan karena faktor cuaca tapi karena harga pakan naik," katanya.
Dia memastikan stok telur ayam masih aman. Sebab, kenaikan harga bukan karena kelangkaan barang, tapi  karena biaya pakan yang naik.
Saat disinggung terkait solusi yang akan dilakukan, Handajani mengatakan, pihaknya hanya bisa melakukan  penyuluhan kepada peternak agar tidak menggunakan  antibiotik growth promotor pada ternaknya. "Karena tingginya kejadian resistensi bakteri terhadap banyak jenis antibiotik," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok, khususnya telur, di Kabupaten Sidoarjo kembali normal di kisaran harga Rp 22.500. Sebelumnya sempat menyentuh Rp 27 ribu.
"Saat ini harga sejumlah bahan kebutuhan pokok yang ada di Kabupaten Sidoarjo sudah normal. Masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan mahalnya harga telur yang terjadi dalam beberapa hari terakhir," katanya.
Pihaknya akan terus melakukan pemantauan sejumlah harga bahan kebutuhan pokok supaya tidak terjadi gejolak di masyarakat, sehingga masyarakat tidak waswas kalau ada kenaikan harga. "Kami akan terus berkoordinasi dengan lintas sektoral supaya kalau ada kelangkaan pasokan atau juga kenaikan harga bahan kebutuhan pokok segera diatasi dan tidak berlarut-larut," ujarnya. (mus/rek)

(sb/mus/rek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia