Senin, 14 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

6 JPO Akan Dipasang Lift Tahun Ini

24 Juli 2018, 13: 51: 49 WIB | editor : Wijayanto

RAMAH DIFABEL: JPO di Jalan Gubernur Suryo depan SMAN 6 ini menjadi salah satu dari enam JPO yang akan dilengkapi dengan lift.

RAMAH DIFABEL: JPO di Jalan Gubernur Suryo depan SMAN 6 ini menjadi salah satu dari enam JPO yang akan dilengkapi dengan lift. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Fasilitas lift Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Surabaya kembali akan ditambah. Pada tahun 2018 pemkot sudah berkoordinasi dengan penyewa JPO yang bersedia menambah lift di enam JPO.

Sebanyak enam JPO yang segera dipasangi lift adalah JPO di Jalan Basuki Rahmad depan Hotel Bumi, JPO di Jalan Gubernur Suryo depan SMAN 6, JPO di Jalan Pemuda depan RRI, JPO Jalan Urip Sumoharjo, JPO Jalan Prof Moestopo depan FKG Unair, dan JPO Jalan Wonokromo depan stasiun.

Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu mengatakan, pembangunan enam lift di JPO itu tidak akan menggunakan dana APBD. Pembangunan enam lift itu merupakan hasil kesepakatan Pemkot Surabaya dengan pihak ketiga yang menyewa JPO itu. Sebenarnya, perjanjian sewa di 6 JPO itu akan berakhir pada Bulan Desember 2018. Apabila pihak ketiga atau penyewa masih ingin memperpanjang perjanjian sewa JPO itu, maka 6 bulan sebelum perjanjian sewa itu berakhir, pihak ketiga harus memperpanjang perjanjian sewa itu. "Pihak penyewa sudah sepakat untuk membangun lift," ujarnya, Senin (23/7).

Dia mengungkapkan, ketika penyewa ingin memperpanjang perjanjian sewanya, Pemkot Surabaya meminta fasilitas tambahan berupa pembangunan lift di JPO. Mereka pun menyetujuinya, sehingga pemkot dalam pembangunan lift ini tidak mengeluarkan dana apapun. "Sudah ada persetujuan sama-sama untung," jelasnya.

Yayuk memastikan, bahwa pembangunan lift pada enam JPO itu ditargetkan selesai akhir tahun 2018. Makanya, masyarakat diimbau untuk tidak kaget apabila beberapa JPO sudah dilakukan penutupan oleh pihak ketiga. “Biar aman dan penyelesaian pembangunan lift JPO akan lebih cepat," ucapnya.

Untuk mengantisipasi banyaknya penyeberang jalan akibat ditutupnya enam JPO saat pembangunan lift, maka Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya sudah berkoordinasi dengan Linmas dan Satpol PP Surabaya. Harapannya, para penyeberang itu bisa dibantu untuk menyeberang jalan dan disosialisasikan bahwa sedang ada pembangunan lift. 

Pada kesempatan itu, Yayuk juga menjelaskan, JPO di Jalan Ahmad Yani depan Kantor Dinas Pertanian Pemprov Jatim dan JPO di depan kampus UIN Sunan Ampel Surabaya, sementara ini belum bisa dipasangi lift. Sebab, dua JPO itu diperlukan menambah bentang serta perizinan lebih dulu. “Prosesnya itu harus menyelesaikan bentang dulu, dan kitu harus izin dulu ke PT KAI,” imbuhnya.

Yayuk juga menambahkan, rencananya Pemkot Surabaya akan menambah dua JPO lagi di Kota Pahlawan. Dua JPO itu adalah di depan Rumah Sakit Bhayangkara dan di depan Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) atau di depan Giant Margorejo. “Rencana ini sedang dibahas di Direktorat Jenderal Perkeretaapian di Jakarta karena ruas JPO di sisi timur akan melewati jalur kereta api,” pungkasnya. (vga/nur)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia