Selasa, 19 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Percepat Pemadaman Kebakaran, PMK Gunakan Bomb Pack

24 Juli 2018, 13: 43: 24 WIB | editor : Wijayanto

CEKATAN: Tim unit Orong-Orong Romy Sableng Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya saat berlatih memadamkan api.

CEKATAN: Tim unit Orong-Orong Romy Sableng Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya saat berlatih memadamkan api. (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sejumlah fasilitas untuk penanggulangan kebakaran terus dilengkapi oleh Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Surabaya. Salah satunya alat bomb pack yang digunakan untuk mencegah api membesar.

Dalam uji coba yang dilakukan di gedung Diklat PMK, Margomulyo, Senin (23/7) siang, petugas PMK mensimulasikan beberapa bomb pack. "Duarr". Suara bomb pack yang dilempar ke titik api di salah satu gedung bertingkat langsung padam. Asap hitam yang mengepul langsung berubah putih usai tim unit Orong-Orong Romy Sableng menyemperotkan air ke titik api.

Plt Kepala Dinas PMK Irvan Widyanto mengatakan, saat ini unit PMK memiliki 20 bomb pack yang digunakan untuk kondisi darurat. Bomb pack berbentuk cairan dalam botol itu difungsikan pada kondisi tertentu untuk membantu petugas memadamkan api di ruangan tertutup. "Dengan adanya bomb pack akan memudahkan petugas menjinakkan api," katanya.

Irvan yang juga menjabat sebagai Kepala Satpol PP ini menegaskan, bomb pack sangat cocok digunakan di segala bentuk bangunan, kecuali pemadaman alang-alang. Pemukiman, bangunan bertingkat hingga ruko menjadi beberapa lokasi yang bisa dijangkau menggunakam bahan import tersebut. "Dilempar ke titik api langsung meledak dan membuat api mengecil hingga padam," ungkapnya.

Karena dinilai efektif, ujarnya, PMK akan mengusulkan dengan menambah 100 bomb pack dalam anggaran Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2018. Bomb pack juga sudah pernah digunakan di salah satu ruko di Surabaya yang mengalami kebakaran.

Menurutnya, sejumlah fasilitas penunjang untuk memadamkan api juga terus ditambah. Saat ini beberapa fasilitas lain, di antaranya baju tahan api juga terus disimulasikan oleh petugas. Dengan latihan yang intens maka petugas akan cekatan menangani kebakaran. "Kita tidak ingin lengah. Latihan terus dilakukan untuk menambah ketrampilan menanggulangi kebakaran," pungkasnya. (vga/nur)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia