Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Pengajuan DAK Fisik Lambat

24 Juli 2018, 11: 52: 04 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Kerusakan sarana pendidikan tidak segera teratasi karena pengajuan lambat.

Kerusakan sarana pendidikan tidak segera teratasi karena pengajuan lambat. (HANY AKASAH/RADAR GRESIK)

Share this      

Pengajuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan maupun perbaikan gedung sekolah di Gresik terbilang lambat. Dinas Pendidikan baru mengajukan akhir pekan lalu.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik, Mahin mengakui, dia baru menandatangi pengajuan anggaran DAK itu pekan lalu. Padahal, proses belajar mengajar sudah berjalan setengah semester.

“Iya pengajuannya baru sekarang. Ini kan permintaan sekolah, saya hanya menandatangani, dan nanti diserahkan ke pemkab,” kata Mahim.

Untuk alokasi pembangunan maupun perbaikan gedung setiap sekolah berbeda. Ada yang hanya Rp 150 juta, bahkan mencapai Rp 800 juta sesuai dengan kebutuhan dan permintaan sekolah. Diperkirakan, total anggaran untuk pembangunan maupun perbaikan gedung sekolah mencapai Rp 10 miliar tahun ini.

Dijelaskan, kebutuhan anggaran itu hanya untuk tingkat SMP. Sementara dengan jumlah alokasi DAK untuk jenjang SD (Sekolah Dasar) yang total anggaran juga tidak jauh berbeda. Di Gresik kini total ada sekitar 600 sekolah yang mendapatkan DAK. Itu sudah sesuai dengan pendataan yang ada.

Dikatakannya, dalam prosesn peningkatan aksebilitas dan mutu pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pembangunan khususnya sekolah-sekolah penerima  DAK tahun anggaran 2018.

“Sudah sering kami lakukan sosialisasi, kami berharap sekolah sudah memahami dan melaksanakan program dengan amanah, efektif, efesien, transparan dan akuntabel,” papar dia.

Hal itu, kata dia, sesuai dengan peraturan Presiden No. 5 Tahun 2018 berubah atas Peraturan Presiden Nomor 123 Tahun 2017 tentang petunjuk tekhnis kegiatan Dana Alokasi Khusus, sehingga penyerapan Dana APBN khususnya DAK sesuai dengan rencana. (han/ris)

(sb/han/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia