Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Belajar Pesta Demokorasi Sejak Dini

Pelajari Hasil Pemilihan dengan Smartphone

24 Juli 2018, 11: 48: 52 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Sejumlah murid SD saat belajar memilih melalui pemungutan suara.

Sejumlah murid SD saat belajar memilih melalui pemungutan suara. (HANI/RADAR GRESIK)

Share this      

Proses belajar sistem pemilihan demokratis sudah ditanamkan sekolah kepada siswanya sejak dini. Begitupula yang dilakukan sejumlah SD swasta di Gresik menggelar kegiatan pemilihan umum di tingkat sekolah.

SETIAP kelas mengusung tiga pasangan calonnya masing-masing. Setiap paslon tersebut menyampaikan visi-misinya kepada hampir 400 siswa lain. Bahkan, Sandy Alif, siswa kelas 1 yang menjadi salah satu paslon pun berani tampil di hadapan teman-temannya. Dia berjanji akan membuat kelasnya menjadi kelas yang paling bersih sedunia, katanya.

Selanjutnya, pemungutan suara pun dilakukan. Semua siswa memiliki hak yang sama dan aktif mengikutinya. Semua proses dibuat sangat mirip dengan pilkada umumnya. Mulai dari pendaftaran, mencoblos, memasukkan surat suara, dan mencelupkan jari ke tinta.

Menurut Eddy Riyansyah, Kepala Sekolah SD, kegiatan ini merupakan pembelajaran dalam kehidupan bernegara. “Ini merupakan pengalaman pertama yang sangat menarik bagi mereka. Sehingga, nantinya saat dewasa, mereka juga akan aktif dalam menyukseskan setiap ada pemilu digelar,” ujar Eddy.

Penghitungan suara real count pun digelar dengan disaksikan seluruh siswa. Paslon yang terpilih bersyukur dan berjanji akan amanah. Yang tidak terpilih pun legawa menerimanya.

Hal yang sama dilakukan SD swasta di Manyar. Kegiatan bertujuan supaya siswa kelas IV, V, dan VI mengenal tata cara pemilihan umum (pemilu) secara demokratis yang diselenggarakan di Indonesia. Bedanya, Pilkalas di SD ini dilakukan dengan cara yang lebih canggih, yakni e-voting.

Jika umumnya di sekolah-sekolah pelaksanaan e-voting dilakukan menggunakan komputer, kali ini pelaksanaan e-voting di SD tersebut menggunakan smartphone. Hal ini supaya kegiatan pilkalas bisa berjalan lebih cepat dan efisien.

Setelah itu, semua pasangan calon diberi kesempatan untuk berkampanye, menyuarakan program-peogramnya. Lalu, siswa mulai memilih secara online melalui smartphone yang telah diinstal program.

“Anak-anak terlihat antusias mengikuti proses pilkalas ini. Mereka juga bersorak ketika paslon yang mereka dukung berkampanye di depan,” kata Komisioner KPU Gresik, Choiruz Zimam.

Zimam menambahkan, segala hal tentang pemilu dan makna demokratis. Selain “Yang terpilih diminta tidak sombong, sedangkan yang tidak terpilih diminta legowo menerima,” pungkasnya. (*/ris) 

(sb/han/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia