Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Kejati Bertekad Sapu Bersih Korupsi di Jatim

Bentuk Satgassus P3TPK

23 Juli 2018, 16: 26: 06 WIB | editor : Wijayanto

AMAN: Rumah Tahanan (Rutan) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Cabang Klas I Surabaya di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

AMAN: Rumah Tahanan (Rutan) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Cabang Klas I Surabaya di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

Surabaya - Di ulang tahunnya yang ke 58 ini, Kejati Jatim bertekad menyapu bersih tindak pidana korupsi. Tak hanya di Kejati tetapi juga kejari jajaran di Jatim. Komitmen itu ditunjukkan dengan pembentukan Tim Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Khusus (Satgassus P3TPK). 

Kepala Kejati (Kajati) Jatim mengatakan tim yang terdiri dari Jaksa jajaran di Kejati Jatim ini siap menjadi pasukan tempur Kejati dalam penanganan kasus korupsi di Jawa Timur. Salah satunya mengakorupsi dana hibah Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM).

Tim besutan Kejaksaan Agung (Kejagung) ini juga siap disebar ke Kejaksaan Negeri (Kejari) atau memback up penanganan perkara korupsi yang menonjol, baik di Kejati Jatim maupun di Kejari jajaran. 

"Tim terdiri dari sepuluh orang yang sudah sama. Tugasnya, sama seperti tim tindak pidana korupsi yang ada. Yang pasti kita selalu menuntaskan perkara yang ada. Kalau ada laporan dari masyarakat yang masuk, tim akan melakukan kajian apakah ada tindak pidana korupsinya. Apabila ada langsung ditindaklanjuti dengan surat perintah," ungkapnya. 

Sunarta menjelaskan, dua tugas utama Satgassus P3TPK, yakni pencegahan dan penegakan hukum. Untuk preventif atau pencegahan, Sunarta menekankan hal ini untuk fokus dilakukan. Sehingga untuk wilayah Jawa Timur bisa ditekan kasus tindak pidana korupsinya. Sebab pencegahan harus dilakukan sebelum tindak pidana korupsi itu bertambah banyak. 

"Kalau pencegahan tidak bisa, ya dilakukan tindak refresif atau penegakan hukum," tegas Sunarta.

Dia mengatakan di ulang tahun kejaksaan yang ke 58 ini, Sunarta ingin memupuk rasa kebersamaan, khususnya di lingkungan Kejati Jatim berikut jajarannya. Sehingga dengan kebersamaan itu muncul spirit dan komitmen serta tak pernah lelah menangani kasus korupsi di Jatim. 

“Tentunya kami perlu duduk bersama dan diimbangi dengan evaluasi. Sehingga semua penanganan kasus korupsi baik yang ditangani kejati maupun kejari jajaran bisa terpantau progresnya,” terangnya. 

Selain itu, adanya rutan yang ada di Kejati Jatim akan digunakan secara maksimal untuk mempercepat proses penyidikan dan persidangan. Semisal dari Kejari Probolinggo,  mereka tidak perlu lagi menitipkan tahannya di Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo. Cukup dititipkan di Rutan Kejati Jatim.

“Jadi Kejari dari luar Kota Surabaya tidak usah repot-repot antri mengambil tahanannya di Rutan Medaeng, cukup di Rutan Kejati Jatim,” lanjut Sunarta. 

Nantinya Cabang Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas I Surabaya pada Kejati Jatim akan digunakan sampai pada proses putusan di Pengadilan Tingkat pertama (Pengadilan Negeri). 

“Jika nantinya terdakwa mengajukan banding, maka tempat penahannya sudah tidak di Rutan Kejati Jatim lagi. Melainkan ditaruh di Rutan Medaeng. Karena Rutan Kejati Jatim hanya sampai pada putusan di Pengadilan Tingkat Pertama saja,” tandasnya. (yua/no)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia