Senin, 16 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Gagah, CJH Tertua Berumur 98 Tahun Ini Juga Mantan Pejuang

23 Juli 2018, 15: 24: 21 WIB | editor : Abdul Rozack

GIGIH: Salim bin Mudlan, 98, (tengah) CJH tertua asal Pasuruan didampingi kedua putranya Abdul Kodir (kiri) dan Fauzan yang ikut dalam kloter 18 beran

GIGIH: Salim bin Mudlan, 98, (tengah) CJH tertua asal Pasuruan didampingi kedua putranya Abdul Kodir (kiri) dan Fauzan yang ikut dalam kloter 18 berangkat pada hari ini (23/7) pukul 10.00 WIB. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Ungkapan bahagia tercurahkan dari salah satu calon jamaah haji (CJH) tertua asal Kabupaten Pasuruan yang berangkat dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Senin (23/7) siang. CJH tertua dari kloter 18 tersebut  bernama Salim Bin Mudlan, 98, saat ditemui di Ahes, ia didampingi oleh kedua anaknya yang juga akan berangkat bersamanya. 

Salim mengatakan ia baru sekali seumur hidupnya berangkat menunaikan ibadah haji, "Saya dapat uang hasil nabung dari sebelum pensiun, saya kumpulkan sedikit-sedikit akhirnya terkumpul. Lalu daftar haji," tuturnya perlahan, Minggu (22/7).

Di usianya yang rentan Salim tampak bersemangat menikmati anugerah umur panjangnya hingga bisa menunaikan rukun Islam ke lima. Salim tak pernah patah semangat, meskipun mengidap penyakit Parkinson atau yang biasa disebut kerusakan saraf progresif yang memengaruhi gerakan tubuh dan menjadi gemetar, namun ia masih tampak bugar. 

Di balik semangatnya tersebut ternayata ada resepnya, Salim yang juga sorang veteran, semasa mudanya ia rajin berolah raga dan mengkonsumsi makanan sehat. "Saya rajin olah raga, selain itu ya makannya diatur biar tetap sehat," tutur pria asal Selotambak Kecamatan Keraton, Kabupaten Pasuruan tersebut.

Perawakannya yang tinggi besar, sepintas tak terlihat setua usianya. Meskipun menderita penyakit parkinson, namun ia terlihat sehat dan kuat. Pria yang lahir di Pasuruan pada 19 Mei 1928 ini tetap bersikeras berangkat haji meski saat ini usianya hampir menginjak 100 tahun.

Saat di asrama ia bercerita semasa hidupnya ikut serta memeperjuangkan bangsa Indonesia melawan penjajah hingga Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Pada akhirnya ia dinyatakan pensiun dan menjadi seorang veteran pada tahun 1989. "Dulu saya ikut perang dalam pertempuran melawan Belanda, gaji saya masih 4.500 rupiah, saya senang dari dapat gaji itu saya tabung untuk daftar haji dan akhirnya berangkat," tuturnya sambil terbata bata.

Abdul Kodir, 61, putra dari Salim menjelaskan, meski sudah sepuh orang tuanya tetap ranji berolah raga dengan berjalan kaki setiap harinya, "Bapak saya ini orangnya suka gerak dan olah raga, kalau dirumah gitu suka jalan kalau pagi, tapi ya harus pakai tongkat kalau jalan," pungkasnya.

Kloter 18 asal Kabupaten Pasuruan ini terdiri dari 449 CJH rencanaya akan berangkat dari bandara Internasional Juanda pada pukul 10.00 WIB dan tiba di Madina pada pukul 16.45 waktu setempat dengan nomor penerbangan SV 5113. (gin)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia