Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Siapkan Kampung Martabak di Gajah Mada

22 Juli 2018, 20: 03: 00 WIB | editor : Lambertus Hurek

Wabup Nur Ahmad Syaifuddin memberi pengarahan di sentra PKL Gajah Mada.

Wabup Nur Ahmad Syaifuddin memberi pengarahan di sentra PKL Gajah Mada. (Satria Nugraha/Radar Sidoarjo)

Share this      

Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Gajah Mada memang cukup banyak. Terutama ketika malam hari. Sebagian besar adalah pedagang kuliner. Mereka berjualan berjajar di tepi jalan dan diatas trotoar.
Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menjelaskan, kawasan Gajah Mada merupakan pusat perniagaan di Sidoarjo. Namun, dia mengakui kawasan belum tertata rapi. Salah satu penyebabnya adalah keberadaan PKL. Mereka berjualan berdampingan dengan lahan parkir.
Penataan PKL sudah direncanankan pemkab dengan memindahkan pedagang ke sentra PKL di Jalan Gajah Mada. Dengan luas lahan sekitar 4 ribu meter persegi, bangunan dua lantai tersebut akan mampu menampung 80 pedagang kuliner. “Tahun ini sudah dibangun, tinggal dilengkapi fasilitasnya baru bisa digunakan,” katanya.
Tidak sekedar menjadi sentra PKL, Nur menyebutkan bangunan tersebut nantinya akan menjadi role model penataan PKL. Apalagi luas lahan di Sidoarjo semakin berkurang. Untuk itu pembangunan sentra PKL terpadu harus dikembangkan. Satu lahan namun bisa bertingkat.
Dia berharap, dinas PUPR bisa mencari lahan lain. Misalnya untuk mewadahi PKL di Taman Pinang dan Gading Fajar. “Konsep seperti Sentra PKL Gajah Mada akan kami kembangkan,” ucapnya.
Selain itu, pemkab juga merancang kampung kuliner. Lokasinya berdekatan dengan sentra PKL Gajah Mada. Tepatnya di Jalan Raden Patah. Jalan itu akan disulap menjadi kampung martabak.
Kepala Satpol PP Widiyantoro Basuki mengatakan, di Jalan Gajah Mada juga banyak terdapat pedagang martabak. Jumlahnya berkisar 20 pedagang. Setiap hari mereka berjualan di bahu jalan.
Keberadaan pedagang jelas menganggu lalu-lintas kendaraan. Nah, pihaknya akhirnya menemukan solusi dengan menempatkan pedagang di Jalan Raden Patah.
Waktu jualan pedagang diatur. Mereka hanya boleh berjualan mulai pukul 16.00 hingga 21.00. Setiap pedagang menyediakan rombong sendiri. Agar tertata rapi, setiap hari Satpol PP akan melakukan penjagaan. “Harapan kami Jalan Gajah Mada semakin tertata,” pungkasnya. (nis/rud)

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia