Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Akal CJH Sembunyikan Rokok, Simpan di Jerigen hingga Kain Ihrom

21 Juli 2018, 13: 32: 18 WIB | editor : Wijayanto

MODUS: Petugas Bea Cukai menemukan jerigen yang berisi puluhan rokok yang diatas disamarkan dengan beras dan jagung.

MODUS: Petugas Bea Cukai menemukan jerigen yang berisi puluhan rokok yang diatas disamarkan dengan beras dan jagung. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Lagi-lagi saat pemeriksaan tas calon jamaah haji (CJH), petugas menemukan puluhan bungkus rokok milik CJH kelompok terbang (kloter) 13. Menariknya puluhan bungkus rokok tersebut disembunyikan dalam jerigen yang diisi dengan beras dan jagung untuk mengelabuhi petugas.

Pemeriksaan tas ini adalah hal yang wajib saat akan berangkat menuju ke Tanah Suci, sebab Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sudah menentukan barang apa saja yang boleh dan tidak boleh di bawa serta ketentuan jumlah barang bawaan CJH. Petugas telah memeriksa 91 koper kloter 13, dan menahan 472 slop rokok.

Kasi Informasi Haji Jawa Timur Sutarno menjelaskan, puluhan rokok tersebut disembunyikan dalam jerigen berukuran sedang dan di masukkan ke dalam tas koper milik CJH. "Ada tiga jerigen tadi yang di dalamnya ada rokok. Saat discan dengan X-Ray, ternyata ada empat slop rokok bervariasi merek," jelas Sutarno, Jumat (20/7).

Aksi nekat CJH asal Kabupaten Pamekasan tersebut berhasil digagalkan oleh petugas Bea Cukai saat masing-masing tas CJH digeledah. Ratusan CJH tersebut menyembunyikan di tempat yang bervariasi, "Selain di jerigen,juga dibungkus kain ihrom, sarung, popok orang dewasa, ada yang di dalam kemasan makanan ringan," tutur Sutarno.

Selain rokok, ditemukan bermacam jenis obat-obatan. Meskipun bukan obat terlarang, petugas PPIH dan Bea Cukai tetap tidak memperbolehkan CJH membawa obat tersebut. Pasalnya obat yang dibawa adalah obat kewanitaan, "Ya kan buat apa di sana bawa obat seperti itu. Harusnya CJH fokus beribadah tidak bawa obat-obatan. Kecuali untuk mengurangi rasa capek masih boleh dibawa, asal sesuai dosis dan porsinya," ucapnya.

Sutarno juga merasa heran dengan kloter 13, pasalnya dari 450 CJH tersebut 91 persennya membawa rokok. "Yang paling banyak ketahuan membawa rokok yang kloter ini, tahun lalu disembunyikan dalam lapisan tas koper. Eh sekarang di dalam jerigen, aneh-aneh saja," imbuhnya.

Meski demikian, para CJH ini sudah diberikan pengarahan dan buku panduan haji sebelum berangkat. Bahkan sebelum pelaksanaan haji berlangsung. Nantinya rokok-rokok tersebut akan diserahkan ke masing-masing daerah, dan nantinya akan dikembalikan ke CJH setelah pulang dari Tanah Suci.

"Nanti kami buatkan surat pernyataan, agar CJH dapat mengambil barangnya yang disita. Kalau sudah pulang nanti mereka boleh mengambil di kantor Kemenang masing-masing daerah," tegasnya.

Sebagian besar CJH mengaku kalau rokok yang mereka bawa merupakan titipan orang untuk saudaranya yang bekerja di Arab Saudi. Bahrudin, pemilik koper yang lain menuturkan kalau ia membawa rokok sebagai oleh-oleh untuk teman-temannya yang bermukim di Arab Saudi."Ini buat oleh-oleh, soalnya teman saya kerja sudah lama di sana. Jadi dia titip ke saya," pungkasnya.(gin/no)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia