Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Kenal di Penjara, Berpartner Curi Dua Motor, Kabur, Ditembak, Pincang

20 Juli 2018, 21: 26: 06 WIB | editor : Abdul Rozack

BIAR JERA: Dua tersangka pencurian yang kakinya ditembak saat dibawa ke Mapolrestabes Surabaya (foto atas).

BIAR JERA: Dua tersangka pencurian yang kakinya ditembak saat dibawa ke Mapolrestabes Surabaya (foto atas). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA  – Andre Supriyanto,25, berjalan pincang saat dikeler polisi. Kaki kanan pemuda asal Bulak Rukem I/25 Surabaya ini dilumpuhkan lantaran berusaha kabur saat disergap. Pemuda kurus dengan tato disekujur tubuhnya itu merupakan target operasi polisi setelah melakukan serangkaian pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di puluhan lokasi di Surabaya. 

Selain Andre, polisi juga menangkap komplotannya Abdul Qodir,25, warga Jalan Bulak Jaya 7/56 Surabaya. Meski jam terbang Qodir masih jauh dari Andre, namun polisi juga memberinya hadiah timah panas yang bersarang di kakinya. Sebab, tak hanya mencoba kabur, dia juga mencoba melawan polisi. 

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti mengatakan Andre memang layak disebut sebagai “alap-alap” motor. Sebab ia sudah puluhan kali mencuri motor di sejumlah kawasan Surabaya. Bahkan atas aksinya itu, dia sudah tertangkap polisi dan mendekam di penjara sebanyak 7 kali. Meski demikian, Andre tak pernah jera. 

"Dia (Andre, Red) baru keluar lapas dua bulan lalu dan langsung mencuri motor lagi di dua TKP," ungkap Iptu Bima, Jumat (20/7). 

Menurut Bima, Andre dan Qodir terindentifikasi mencuri motor di Jalan Kalilom Baru dan Jalan Brawijaya, Surabaya pada Senin (16/7). Di Jalan Brawijaya, dia berhasil membawa kabur motor Honda Vario L 6043 MJ milik Teguh,60, yang terparkir di dalam pagar rumah. Sedangkan dari Jalan Brawjiya meraka berhasil menggasak motor Honda Beat. 

“Mereka melakukan aksi pencurian dua sepeda motor tersebut dalam satu hari,” lanjut Bima.  

Bima mengatakan sebelum melakukan aksinya, Andre dan Qodir terlebih dahulu mencari sasaran. Keduanya berkeliling menggunakan motor Honda Scoopy L 5034 TK milik Qodir. Sasarannya adalah sepeda motor yang terparkir di kos-kosan atau teras rumah. 

 "Setelah melihat pagar tidak terkunci, keduanya mulai beraksi. Andre yang menjadi eksekutor langsung merusak kunci kontak motor dengan kunci T, sedangkan Qodir mengawasi situasi,” paparnya. 

Karena sudah menjadi spesialis, tak butuh waktu lama bagi Andre untuk menjalankan aksinya. Hanya hitungan detik, motor yang terkunci stang sekalipun bisa dihidupkan. Segera setelah itu, keduanya pun segera meninggalkan lokasi. 

Setelah berhasil, motor curian itu dijual keduanya ke Madura dengan harga Rp 4 juta. Setelah berhasil, uang hasil kejahatan dibagi berdua. Apalagi keduanya tinggal di satu tempat di sebuah kos-kosan di Jalan Gresikan No 48 Surabaya. 

"Di kos-kosan itulah kami menyergap kedua pelaku," terangnya.  

Keduanya disergap Kamis (19/7) dini hari. Namun meski sudah dikepung,  kedua pelaku mencoba kabur dan melawan anggota Tim Anti Bandit Unit Resmob. Karena membahayakan, keduanya pun terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan yang bersarang di kaki masing-masing tersangka.

“Selain dua tersangka, kami juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi penggerebekan. Yakni satu unit motor sarana, 1 kunci T, 2 anak kunci T, 1 kunci palsu, 3 kunci L dan 1 magnet modifikasi,” tandas Bima.  

Sementara itu, kepada polisi Andre mangaku jika ia mengenal Qodir saat berada di dalam lapas. Kebetulan Qodir mendekam di penjara juga karena kasus yang sama. Bahkan Qodir juga sudah empat kali keluar masuk tahanan. Karena senasib, mereka pun sepakat saat keluar akan membentuk komplotan curanmor. 

"Setelah kami keluar, kami langsung menyewa kos untuk kami tinggali berdua. Setelah itu kami mulai merencakan aksi curanmor," ungkap Andre. 

Meski sudah menangkap Andre dan Qodir, namun setelah didalami, komplotan kedua tersangka itu masih tersisa satu. Hingga saat ini, polisi masih memburu pelaku yang sudah diketahui identitasnya tersebut. (yua//rud)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia