Rabu, 17 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Jual Sabu-Sabu, Dicokok di Kamar Kos

20 Juli 2018, 13: 05: 35 WIB | editor : Lambertus Hurek

Tersangka Syafiudin diperiksa polisi.

Tersangka Syafiudin diperiksa polisi. (IST)

Share this      

Bertato daun ganja, Syafiudin, warga indekos di Desa Tambak Sawah, Kecamatan Waru, malah jadi pengedar sabu-sabu (SS). Saat ditangkap di kosnya, pria 24 tahun itu sedang tidur pulas di kamarnya. Polisi menemukan barang bukti alat isap sabu dan dua poket sisa bungkus sabu di rumah orang tuanya Desa Berbek, Waru.

Penangkapan Syaifufin bermula dari informasi ada pengedar sabu di wilayah Kecamatan Waru. Penyelidikan dilakukan hingga polisi mengidentifikasi pelaku. Beberapa saat setelah masuk kos, polisi yang sudah menunggu langsung menggerebek tersangka.

"Kami menggeledah tersangka, namun tidak menemukan barang bukti sabu,” jelas Kasatresnarkoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Purwanto, Kamis (19/7).

Polisi tidak percaya begitu saja. Tersangka pun dicecar berbagai pertanyaan. Akhirnya, dia mengaku jika sabu yang dijualnya sudah habis. Tinggal dua poket. Barang haram itu dipakai sendiri. Tersangka kemudian diminta menunjukkan lokasi menggunakan sabu tersebut. 

"Saat diantar ke rumah orang tuanya, kami temukan alat isap dan pipet berisi sabu yang baru selesai digunakan. Bungkus sisa sabu juga kami bawa untuk barang bukti," tuturnya.

Dari keterangan tersangka, diketahui jika sabu didapat dari seseorang yang tidak diketahui namanya di Surabaya. Ia membayar Rp 6 juta untuk lima gram sabu. Pengambilan sabu menggunakan sistem ranjau di daerah Putat Jaya, Surabaya. Lima gram sabu tersebut dibagi menjadi 40 poket dengan dua jenis, yaitu pahe (paket hemat) dan supra. 

Dalam tiga hari, seluruh sabu yang dibelinya sudah habis terjual. "Untuk pahe ia jual Rp 200 ribu, sementara supra Rp 400 ribu," katanya.

Ada dua poket sabu sisa yang dibawanya untuk digunakan di Desa Berbek, Waru. Tersangka langsung memasukkan dua poket sabu menjadi satu dan mengisapnya di rumah orang tuanya itu. Dianggap kebanyakan, tidak kuat lagi, akhirnya ia memilih berhenti untuk pulang sebentar ke kosnya di Tambak Sawah. "Saat itu tersangka kami amankan usai menggunakan sabu," pungkasnya. (gun/rek)

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia