Kamis, 12 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Ambil Alih Fasum Gading Fajar dan Taman Pinang

20 Juli 2018, 13: 02: 32 WIB | editor : Lambertus Hurek

Bundaran Gading Fajar jadi tempat berjualan PKL.

Bundaran Gading Fajar jadi tempat berjualan PKL. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

Penyalahgunaan fasilitas umum (fasum) di Perumahan Gading Fajar dan Taman Pinang Indah (TPI) akan segera ditertibkan. Dalam waktu dekat Pemkab Sidoarjo akan mengambil alih secara sepihak fasum di dua perumahan tersebut. Dengan begitu, penataan PKL akan bisa lebih efektif. 

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Subandi mengatakan, sesuai aturan yang ada, setiap pengembang wajib menyerahkan fasum sebesar 40 persen dari total luas lahan perumahan. Fasum tersebut kemudian dikelola pemkab untuk kebutuhan warga perumahan.

Namun, fasum di kedua perumahan tersebut saat ini sangat tidak terawat. Selain tidak adanya perawatan dari pengembang sendiri, fasum tersebut digunakan PKL untuk berjualan. "Kedua perumahan itu belum menyerahkan fasum ke pemkab," katanya, Kamis (19/7).

Subandi mengaku pihaknya sudah berulang kali mencari pengembang. Petugas Dinas PUPR mendatangi alamat kantor perumahan. "Namun, pegawai sudah tidak ada," ujarnya.

Karena tidak kunjung menemukan pengembang, Dinas PUPR pun menerapkan Perbup 16 Tahun 2017. Fasum akan dikuasai pemkab. Caranya dengan mengambil alih secara sepihak. 

Kepala Dinas PUPR Sigit Setyawan mengatakan, untuk menguasai fasum tersebut, ada sejumlah mekanisme yang harus dilalui. Pertama, berkoordinasi dengan tim Prasarana, Sarana, Utilitas (PSU). Tim itu beranggotakan Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta bagian hukum. 

Tahap selanjutnya, pengecekan lokasi fasum. Berbekal peta site plan, tim akan turun ke lapangan. Tujuannya melihat langsung lokasi dan kondisi fasum. "Kami cocokkan dengan site plan agar tidak salah tempat," jelasnya. 

Setelah itu, tim PSU akan mengumpulkan warga. Tujuannya memberikan sosialisasi serta menerima masukan dari warga. Kemudian pihaknya mendaftarkan tanah fasum itu ke Kantor Pertanahan Sidoarjo. Lahan akan dicatatkan sebagai aset milik Pemkab Sidoarjo. 

Dengan penambahan itu, total fasum yang dikelola pemkab menjadi 55 fasum. Namun, jumlah itu masih jauh jika dibandingkan total perumahan yang mencapai 597 perumahan. (nis/rek)

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia