Minggu, 23 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Pelindo III Anggap Pelra Tak Menguntungkan

20 Juli 2018, 09: 51: 40 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Beberapa kapal yang bersandar ini dan merupakan bagian dari Pelra dirasa tidak menguntungkan Pelindo III.

Beberapa kapal yang bersandar ini dan merupakan bagian dari Pelra dirasa tidak menguntungkan Pelindo III. (FIRMASNYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

Kejadian kebakaran kapal yang terjadi di Pelabuhan Rakyat (Pelra) membuat Pelindo III Cabang Gresik pikir-pikir untuk mengevaluasi keberadaannya. Sudah sejak lama Pelindo III ingin merelokasi pelabuhan tersebut, namun selalu kandas didemo oleh warga.

General Manager PT Pelindo III Cabang Gresik, Yanto mengatakan, secara matematis dari sisi pendapatan perusahaan, keberadaan Pelra tidak begitu menguntungkan bagi Pelindo III. Sebab, selain kapal yang sandar bisa berbulan-bulan, dermaga Pelra seharusnya masih bisa difungsikan untuk kapal cargo.

“Kalau berbicara profit, Pelra ini tidak menguntungkan. Namun karena nilai historisnya makanya kami masih mempertahankan,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Yanto, wacana relokasi Pelra sempat mencuat pada tahun 2010 namun langkah itu ditentang oleh nelayan pesisir di daerah Kroman dan Lumpur karena otomatis akan menggusur tempat selama ini mereka menyandarkan perahu.

“Sebenarnya kita tidak masalah Pelra tetap eksis, namun pemilik kapal juga harus tahu bahwa Pelindo III ini merupakan kepanjang tanganan Pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah. Kami investasikan fixed crane dan alat-alat lain untuk mendukung percepatan produktivitas kinerja demi tercapainya pendapatan negara,” jelasnya.

Selama ini Pelindo III Cabang Gresik sduah sering menggelar rapat dengan DPC Pelra terkait kenyamanan, keamanan dan produktivitas kerja di pelabuhan Gresik. Namun, hingga kini rapat tersebut belum membuahkan hasil atau keputusan yang final.

“Kami minta agar Pelra mentaati SOP yang telah dibuat. Salah satunya kapal tidak boleh sandar lebih dari satu bulan. Jika ini tidak dipatuhi, kami akan berfikir ulang untuk mengevalusi keberadaan Pelra,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Pelra Gresik Ramli yang didampingi Wakil Ketua Abdul Rozaq mengatakan, pihaknya tidak mempersoalkan apabila Pelra direlokasi. Dengan catatan lokasi relokasi harus lebih representatif.

“Kami tidak keberatan direlokasi. Asalkan tempatnya lebih baik,” ujarnya.

Menurut Rozaq, negara harusnya melindungi keberadaan pelayaran rakyat, sebab kapal-kapal pelra bisa menjangkau pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada di pelosok Indonesia. Selain itu, jumlah masyarakat yang bekerja di Pelra juga cukup banyak.

“Saat kapal cargo besar tidak bisa masuk ke pelabuhan kecil, kapal kami justru bisa menjangkau sungai-sungai kecil dan mengirimkan berbagai kebutuhan dan barang. Sehingga apabila keberadaan Pelra ini tidak didukung, maka pemerintahlah yang rugi,” tandasnya. (fir)

(sb/fir/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia