Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Main Peluk, Donjuan Blak-blakan Saat Ngapeli Istri Sepupu Ipar

20 Juli 2018, 06: 05: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Donjuan Blak-blakan Ngapeli Istri Sepupu Ipar

Donjuan Blak-blakan Ngapeli Istri Sepupu Ipar (Grafis: Fajar)

Share this      

Donjuan, 44,  memang tak pernah kehilangan cara untuk nyeleweng. Tak cukup dengan istri sendiri, tanpa sungkan dia mendekati istri sepupu ipar. Blak-blakan pula. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Karin,42, sedang menunggu sidang keduanya di ruang tunggu Pengadilan Agama Kelas 1A Surabaya ketika ia membongkar aib Donjuan, suaminya. Kata Karin, ia malu jika terus-terusan bersama Donjuan. Penyebabnya adalah kelakuan tak tahu malu suaminya. 

"Mas Don nggoda istrine sepupuku, gak nggilani ngunu iku(apa gak menjijikan itu,Red)" , katanya. 

Perbuatan Donjuan ini, lanjut Karin, sudah mempermalukan dirinya. Bagaimana tidak, tindakan Donjuan ini dilakukan blak-blakan. Ia kerap menyambangi rumah sepupunya setiap ada kesempatan. Kebetulan, rumah mereka terpaut beberapa rumah saja. Hal itu selalu ia lakukan di pagi hari saat sepupunya sedang bekerja. 

"Wes dadi omongan lah dia sama tetangga, aku kudu (harus,Red) ngomong opo nang keluarga, malu banget," kata perempuan Sukolilo ini. 

Karin, sebenarnya, sudah mengetahui ketertarikan yang terlarang suaminya sejak lama. Jauh saat sepupu Karin awal menikah dulu. Suaminya kerap sekali menggoda istri sepupunya itu. Dari awal pernikahan juga, ia sempat beberapa kali menyambangi rumah sepupunya. Namun aksinya mandek bertahun-tahun karena Karin marahi habis-habisan.

" Sudah lama.. lebih dari sepuluh tahun mandek, tapi gak tau ini kumat maneh," imbuhnya.

Namun bukanlah kegiatan apel Donjuan yang melunturkan cinta Karin, melainkan karena perbuatan suaminya yang kelewat batas. Suatu ketika, ia dilapori si sepupu kalau Donjuan sudah keterlaluan. Katanya berani-beraninya ia melecehkan istrinya.

"Dari ceritanya, Mas Don mencoba memeluk saat istrinya masak. Ya Ampun..," katanya dengan nada putus asa.

Dengan perbuatan yang sudah kelewatan itu, Karin muak. Ia malu, dan sebelum jadi salah-salahan dalam keluarga dan merusak hubungan kekerabatannya, Karin memecat Donjuan dari jabatan suami. 

" Pada ngerti kok asline mereka(kerabat, Red), cuma di diamkan karena sungkan sama aku," tambah Karin diiringi embusan napas yang berat.

Awalnya, aku Karin, melihat suami yang genit begitu, berkali-kali ia ingin bercerai saja. Namun keinginannya ia urungkan karena memikirkan  nasib anak. "Tapi kalau tak teruskan aku makin kasihan sama anakku. Ikut nanggung malu juga," pungkasnya. Tapi cukup wes, malu.. sumpah malu punya suami seperti itu," pungkasnya.(*/no)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia