Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Menguntungkan, PGN Terus Salurkan Gas Bumi ke Industri

20 Juli 2018, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

GARAP POTENSI: Sales Area Head PGN Pasuruan Agus Mustofa Hadi (kanan) saat berada di pabrik PT Rajawali Cakra Sakti didampingi Randy Setyawan

GARAP POTENSI: Sales Area Head PGN Pasuruan Agus Mustofa Hadi (kanan) saat berada di pabrik PT Rajawali Cakra Sakti didampingi Randy Setyawan (ABDULAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Pelanggan PT. Perusahaan Gas Negara, Tbk di Pasuruan terus bertambah. Pada Juli 2018 PGN menyalurkan gas bumi untuk industri tali sepatu PT Rajawali Cakra Sakti di Kemirisewu Pandaan Pasuruan. 

Total volume terkontrak sebesar 10.000-15.000 meter kubik per bulan. Sebelumnya, PGN telah  berhasil mengalirkan gas bumi ke  industri permen jahe ekspor PT Serba Gurih pada April lalu, dan PT Liman Jaya Transmix pada Juni 2018 dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) melalui anak usahanya Gagas Energy Indonesia.

Sales Area Head PGN Pasuruan Agus Mustofa Hadi mengatakan, sejauh ini PGN telah berupaya maksimal untuk memperluas penyaluran gas bumi di seluruh Jawa Timur, termasuk di Pasuruan. Agus mengaku, pihaknya telah  melakukan dan mengoptimalkan survey pemetaan potensi calon pelanggan di sekitar jaringan pipa gas existing. 

Selain itu, menurutnya, PGN juga melakukan pembiayaan investasi dengan skema swadaya (sharing investasi) dengan calon pelanggan untuk calon pelanggan yang tidak layak secara perhitungan investasi oleh PGN.

“Kami juga aktif berkomunikasi dengan pengelola kawasan industri dan instansi pemerintah. ini merupakan komitmen PGN untuk terus memperluas penyaluran kepada masyarakat dan industri di seluruh Jawa Timur,” terangnya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Rajawali Cakra Sakti Randy Setyawan menambahkan, pihaknya sangat gembira dengan mulai tersalurkannya gas bumi ini. Menurutnya, dengan beralihnya penggunaan batu bara ke gas bumi tersebut telah memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Selain ramah lingkungan, ia mengaku juga diuntungkan dengan naiknya volume produksi sebesar 15 persen. Selain itu, perusahaannya kini tidak memerlukan tempat lagi untuk penyimpanan seperti ketika ia menggunakan batubara.

“Walaupun harga sama tetapi secara velue naik 15 persen. Apalagi bahan bakar ini sangat ramah lingkungan, berbeda dengan batu bara. Dan kami juga belum menemukan kesulitan dalam penggunaannya karena kami  dibantu tim dari PGN. Gas ini kami gunakan untuk pewarnaan benang,” tuturnya. 

Randy menuturkan, saat ini perusahaan yang dipimpinnya secara kontinyu telah memproduksi tali sepatu sebesar  50 ton per bulan. Hasil produksi tersebut sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan pabrik alas kaki merk Ando.

“Kami terkontrak menggunakan gas bumi PGN dengan volume awal sebesar 10.000 hingga 15.000 meter kubik. Tahun depan, volume pemakaian tersebut dapat naik dua kali lipat dengan rencana pengembangan usaha yaitu pencucian kain bahan baku pembuatan sepatu dan sandal,” imbuhnya.

Adapun progres pelanggan PGN di Jatim sampai saat ini, total pelanggan PGN di seluruh Jatim mencapai 53.956 pelanggan. Untuk area Surabaya, total jumlah pelanggan mencapai 42,699 pelanggan , terdiri dari 42.351 pelanggan Rumah Tangga (RT), 132 Pelanggan Kecil (PK), 216 pelanggan Komersial dan Industri (KI). 

Area Sidoarjo total jumlah pelanggan mencapai 10.784 pelanggan dengan perincian 10.570 pelanggan RT, 15 Pelanggan Kecil dan 199 pelanggan komersial dan industri. Sedangkan untuk Area Pasuruan mencapai 473 pelanggan dengan perincian 364 pelanggan RT, 2 pelanggan kecil dan 107 pelanggan komersial dan industri. (cin/rak)

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia