Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Penyelidikan Kebakaran KLM Sinar Timur

Satpolair Periksa Nakhoda dan 5 ABK

18 Juli 2018, 09: 57: 10 WIB | editor : Aries Wahyudianto

KLM Sinar Timur yang terbakar di Pelabuhan rakyat Gresik sesaat setelah berhasil dipadamkan dan Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro meminta keterangan kepada Edi, agen KLM Sinar Timur yang kemarin diperiksa Satpolair.

KLM Sinar Timur yang terbakar di Pelabuhan rakyat Gresik sesaat setelah berhasil dipadamkan dan Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro meminta keterangan kepada Edi, agen KLM Sinar Timur yang kemarin diperiksa Satpolair. (FIRMAN/RADAR GRESIK)

Share this      

Sedikitnya lima Anak Buah Kapal (ABK) dan nakhoda Kapal Layar Motor (KLM) Sinar Timur diperiksa jajaran Satuan Polisi Air (Satpolair). Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kronologi dan mencari sumber atau titik api yang membakar KLM Sinar Timur itu pada Senin (16/7) lalu.

Kasatpolair Gresik, AKP Noer Mahfud mengatakan, lima orang yang diperiksa masing-masing yakni nakhoda kapal bernama Kasiran, Kepala Kamar Mesin (KKM) Iwan, ABK kapal Randi, agen pelayaran, Edi, serta Rohmat ABK luar kapal.

“Sementara itu, dari hasil pemeriksaan ini kami masih belum bisa mengambil kesimpulan penyebab kebakaran. Kami masih mengfokuskan penyelidikan seputar sumber titik api. Namun kami pastikan bahwa sumber api berasal dari anjungan atau ruang kemudi,” ujarnya.

Saat ditanya, adanya informasi dugaan sabotase demi mendapatkan asuransi, Noer Mahfud enggan menjawab hal tersebut. Dia hanya meminta pihak-pihak lain untuk mempercayakan penyelidikan kejadian ini kepada polisi.

“Saya mendengar informasi pemilik kapal ini, pada tahun lalu kapalnya juga terbakar, sehingga muncul dugaan adanya sabotase. Namun, penyelidikan kami masih belum mengarah ke sana,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik, Agustinus Ma’un. Ia mengatakan pihaknya belum mendapat informasi mengenai penyebab kebakaran kapal. Hal ini dikarenakan ABK kapal yang dipanggil KSOP masih harus menjalani pemeriksaan di Satpolair.

“Hari ini sudah kami kirimkan surat panggilan, namun belum bisa hadir. Besok (hari ini, Red) rencananya akan kami panggil kembali,” katanya.

Sedangkan pasca kejadian kapal terbakar ini, ia menjelaskan pihaknya intens melakukan patroli ke kapal-kapal untuk memastikan agar tidak ada kapal yang ditinggal ABK atau pemiliknya. “Sebenarnya selama ini kami sudah mengirimkan imbauan agar kapal harus ditinggali minimal satu orang. Tapi praktik di lapangan banyak ABK tidak mengindahkan hal tersebut seperti halnya kapal yang terbakar ini,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPC Pelayaran Rakyat (Pelra) Gresik, Abdul Rozaq membantah tudingan bahwa saat terjadi kebakaran kapal dalam kondisi kosong. “Itu tidak benar. Saat kebakaran, saya dan teman-teman yang lain ikut membantu memadamkan api. Kami melihat ada satu ABK yang sedang berada di dalam kapal,” tegas Rozaq. (fir/jee)

(sb/fir/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia