Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Ortu Boleh Dampingi Siswa Seminggu

17 Juli 2018, 12: 40: 46 WIB | editor : Wijayanto

PERMAINAN TRADISIONAL: Para siswa baru SDN Mojo III Surabaya, mengikuti permainan tradisional dalam rangka Layanan Orientasi Siswa (LOS), Senin (16/7).

PERMAINAN TRADISIONAL: Para siswa baru SDN Mojo III Surabaya, mengikuti permainan tradisional dalam rangka Layanan Orientasi Siswa (LOS), Senin (16/7). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

Surabaya - Ada pemandangan menarik dalam kegiatan Layanan Orientasi sekolah Tingkat SD. Mengikuti kultur saat berada di TK, banyak siswa yang masih ditunggui orang tuanya. Pemandangan ini terjadi di SDN Mojo III dan SDN Kaliasin 1. Di kedua sekolah ini, selama masa orientasi, wali murid diperbolehkan untuk menunggui anaknya selama satu minggu awal sekolah. Kecuali anak yang memiliki kebutuhan khusus, wali murid bisa mendampingi anak selama kegiatan LOS.

“Jadi selama satu minggu awal, kami persilahkan orang tau masuk. Namun setelah itu, orang tua hanya boleh mengantarkan sampai gerbang,” kata Kepala SDN Kaliasin 1, Mardiningsih.

Selama LOS, belum ada kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Siswa difasilitasi untuk bermain dan bersosialisasi dengan teman baru dan gurunya serta mengenal lingkungan sekolahnya. Meski begitu, ada beberapa anak yang masih lengket dengan orang tua. Rafi Ibrahim, siswakelas 1 SDN Mojo III yang memilih duduk di pinggir lapangan. Sementara teman yang lain asyik memainkan permainan tradisional.

“Dia ini kebiasaan game. Jadi hari ini mau mainan dengan temannya agak malas, padahal kegiatannya bagus ini,” kata dewi, orang tua Rafi, Senin(16/7).

Sementara yang terjadi di SDN Kaliasin 1, selama anak berkegiatan di dalam kelas, wali murid berkumpul di luar menunggui anaknya. Beberapa dari mereka mengaku tidak tega meninggalkan anaknya.

“Anak saya sebenarnya aktif dan mudah bergaul. Cuma saya saja yang parno sendiri, makanya saya tunggui,” kata Suci, ibu dari Brianka.

Menariknya, di SDN Kaliasin 1 juga melibatkan orang tua murid selama masa orientasi ini. di hari ketiga, anak-anak diajak untuk lomba selfie bersama orang tua. kegiatan ini diharapkan mampu melatih rasa percaya diri siswa. “Kegiatan-kegiatan ini sudah kami programkan jauh-jauh hari, sebelum itu guru juga kami beri pelatihan agar bisa membimbing siswa dengan baik,” kata Mardiningsih.

Karena dikemas dengan kegiatan yang menyenangkan, banyak anak yang tidak takut dalam hari-hari awal sekolah. Mereka nampak enjoy bermain dan mengikuti games-games yang bersama dengan yang lain.(is/no)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia