Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Dilacak lewat Aplikasi, Ibu Lima Anak Ini Ketahuan Curi HP

17 Juli 2018, 12: 35: 56 WIB | editor : Wijayanto

TIDAK KAPOK: Tersangka Zubaindah alias Indah menunjukkan barang bukti hanpdhone yang dicuri.

TIDAK KAPOK: Tersangka Zubaindah alias Indah menunjukkan barang bukti hanpdhone yang dicuri. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Meski pernah merasakan pengapnya di penjara, tak membuat Zubaindah,42, jera. Warga Kelurahan Sawunggaling Gang DKA, Wonokromo ini bakal kembali menjadi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Medaeng. Lantaran, ibu lima anak ini mencuri handphone (HP). Padahal, dia baru bebas dari Medaeng atas kasus serupa pada Januari lalu.  

Kali ini, pelaku mencuri HP milik Jihan Farah, 16, pada Minggu (15/7). Saat itu, korban yang tinggal di Jalan Pulo Wonokromo Wetan Gang VI itu berada di car free day bersama seorang temannya di Taman Bungkul Surabaya.  Kemudian, korban berjalan ke arah selatan sekitar Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Saat korban berjalan, pelaku membuntuti korban sambil menggendong anak. Pelaku langsung menyusun strategi melihat resleting tas korban terbuka. Sambil berpura-pura menggendong anaknya, korban lantas mendekati korban. “Korban saat itu berhenti di keramaian. Kemudian pelaku dari belakang langsung mengambil HP milik korban,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo AKP Puguh Sudaryono, Senin (16/7).

Setelah menjalankan aksinya, pelaku berusaha kabur. Dia menuju ke kawasan Jalan Darmo Kali. Namun tidak berselang lama, korban sadar HP_nya hilang. Kemudian melapor ke anggota polisi yang sedang patroli.“Nomor HP korban saat itu masih aktif. Kemudian dihubungi namun tidak diangkat,” sambungnya.

Tak mau kehilangan jejak, polisi lalu melacak keberadaan HP korban. Dari pelacakan melalui aplikasi, ternyata pelaku belum jauh dari lokasi kejadian. Polisi pun mencurigai seorang ibu yang menggendong anaknya.“Saat itu dia (tersangka) kami tangkap di Jalan Darmo Kali,” tegasnya.

Akan tetapi, lanjut Puguh, saat diinterogasi tersangka sempat mengelak, bahwa HP tersebut milik dia. Tak mau dibohongi pelaku, kemudian polisi menghubungi nomor korban yang masih ada di HP tersebut.  “Pelaku akhirnya pasrah. Kemudian kami amankan ke mapolsek untuk pemeriksaan beserta barang bukti HP warna hitam,” beber polisi dengan tiga balok kuning di pundak itu.

Saat diperiksa, perempuan lulusan SMP itu mengaku nekat mencuri HP karena butuh uang untuk menghidupi keluarganya. Sebab sehari-hari dia tidak bekerja alias menjadi ibu rumah tangga.

Perempuan berambut lurus itu mengaku, sebelumnya dia ditangkap Unit Reskrim Polsek Tambaksari atas kasus yang sama yakni mencuri HP.  “Tersangka dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian. Ancaman hukumannya maksimal lima tahun dibui,” tutup Puguh.(rus/no)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia