Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Sidoarjo

7.000 Penari Kupang Siap Pecahkan Rekor Muri

16 Juli 2018, 20: 24: 56 WIB | editor : Lambertus Hurek

Persiapan pemecahan rekor Muri tari kupang di Museum Mpu Tantular.

Persiapan pemecahan rekor Muri tari kupang di Museum Mpu Tantular. (Satria Nugraha/Radar Sidoarjo)

Share this      

Beragam upaya untuk mengembangkan potensi wisata Sidoarjo terus dilakukan. Baik pemerintah maupun masyarakat sendiri. Salah satunya komunitas Visit Sidoarjo yang akan menggelar sejumlah kegiatan dalam waktu dekat.
Ketua Komunitas Visit Sidoarjo Chandra Nontah mengatakan, pihaknya akan menggelar pagelaran Tari Kupang. Kegiatan itu akan diramaikan 7.000 penari asli Sidoarjo. Selain sebagai daya tarik bagi wisatawan, lewat program tersebut, nama Sidoarjo akan tercatat di Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai wilayah yang menggelar event tari dengan peserta terbanyak.
Menurut Chandra, Sidoarjo memiliki beberapa tempat wisata yang menarik. Seperti monumen Jayandaru, kerajinan kulit di Intako Tanggulangin, dan wisata Candi Pari dan Candi Pamotan di Porong. Selain itu, ada juga wisata kuliner mulai dari kupang, rujak cingur, hingga lontong cecek.
Sayangnya, Chandra menilai masyarakat kenal Sidoarjo hanya sebagai kota lumpur. Minimnya promosi menjadi dianggap penyebab utama. “Sidoarjo belum memiliki event budaya tingkat nasional seperti Jember Fashion Carnival atau Banyuwangi Ethno Carnival,” kata mantan anggota DPRD Sidoarjo ini.
Untuk itu, Visit Sidoarjo akan menggelar festival wisata tingkat nasional agar lebih memperkenalkan potensi wisata di Sidoarjo. Kegiatan tari nantinya digelar Oktober di depan Monumen Jayandaru.
Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa juga menilai bahwa potensi wisata di Sidoarjo tidak kalah dengan Jember dan Banyuwangi. Banyak hasil UMKM yang sudah mendunia. Salah satunya batik jetis.
Dia pun mendukung langkah pengembangan potensi wisata. Caranya pemkab dan elemen komunitas harus bahu-membahu membuat event. "Kegiatan tari ini contoh mengenalkan wisata Sidoarjo," jelasnya.
Sementara itu, Rizky Utami, koreografer Tari Kupang, mengatakan, pihaknya sudah melakukan latihan untuk pemecahan rekor Muri sejak sebulan terakhir. Dia mengajak anak-anak muda dari berbagai sanggar tari untuk menyukseskan pergelaran tari kolosal ini.
"Biasanya kami latihan di Alun-Alun Sidoarjo. Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias untuk menyukseskan event ini," katanya.
Rizky mengaku sengaja menciptakan tari kreasi sesuai dengan karakter Kota Delta. Salah satunya kupang, hasil laut tangkapan nelayan di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi. Dia melakukan observasi ke lapangan, kemudian menciptakan gerakan tari yang menggambarkan kehidupan nelayan kupang. (nis/rek)

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia