Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Ditanya Dijawab Bogem, Karin Pilih Cerai

13 Juli 2018, 16: 01: 55 WIB | editor : Wijayanto

ilustrasi

ilustrasi (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Psikolog mengatakan, salah satu tanda seseorang berselingkuh adalah sikapnya yang lebih reaktif terhadap segala pertanyaan. Rupanya hal ini dibuktikan sendiri oleh pasangan Donjuan,45, dan Karin,42. Awalnya adem ayem, suamiya tiba-tiba jadi pemarah, untuk tutupi perselingkuhan rupanya.

Ismaul Choiriya-Wartawan Radar Surabaya

Karin tak tahan lagi mendampingi Donjuan. Bagaimana bisa tahan, dekat-dekat sedikit, tanya sedikit, dirinya selalu kena bogem. Bekasnya pun terlihat jelas di beberapa bagian tubuhnya yang dipenuhi dengan memar dan lebam.

“Aku gak tahan dipukuli terus,” katanya saat berada di Ruang Tunggu Pengadilan Agama Kelas 1A Surabaya.

Perempuan Trenggilis Mejoyo ini sempat kaget dengan perubahan sikap suaminya. Selama menikah Donjuan tak pernah menunjukkan sikap kasar. Kalau pun marah, alih-alih ngamuk suaminya lebih memilih diam.

“ Ya berubah, ya.. akhir-akhir ini saja, dulunya gak pernah. Buktinya aku masih betah sama dia sampek anakku sekarang sudah SMA,” katanya.

Sikap tempramental sang suami ini, kata Karin, ia dapatkan setiap hari. Bahkan untuk urusan sepele seperti masakan yang tidak sesuai dengan seleranya. Donjuan juga akan lebih marah ketika Karin mengajukan banyak perntanyaan menyelidik kepadanya.

“Wah apalagi.. pas tak tanyain kenapa gaji cuma sedikit tak seperti biasanya. Aku kena hajar habis-habisan. Aku dikira istri yang tak neriman,” imbuhnya.

Awalnya Karin diam saja diperlakukan begitu oleh suaminya. Namun semakin lama, suaminya makin menjadi-jadi. Akhirnya sama anaknya sendiri, ia disarankan untuk berpisah saja dengan suaminya. Anaknya tak tega melihatnya ibunya jadi samsak hidup sang bapak.

“Aku gak tahu ada apa dengan sikapnya itu. Kalau kata keluarga sih dia begitu karena punya wanita idaman lain(WIL). Tapi aku juga gak tahu, aku cukup mikir kerjaanku saja, sudah gak perlu mikir sing lain,” pungkasnya dengan tatapan sayu. (*/no) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia