Jumat, 15 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Orok Prematur Dibuang di Bak Mandi Tulangan

12 Juli 2018, 21: 26: 47 WIB | editor : Lambertus Hurek

Polisi memeriksa orok yang dibuang di kamar mandi.

Polisi memeriksa orok yang dibuang di kamar mandi. (IST)

Share this      

Bayi yang diduga hasil aborsi ditemukan di dalam bak mandi Musala Baiturrohman, Desa Singopadu, RT 3 RW 2, Kecamatan Tulangan, Rabu (11/7) sore. Mayat bayi tersebut ditemukan berada di dalam bak mandi yang kosong dan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Polisi masih menyelidiki siapa yang tega membuang bayi yang diduga berjenis kelamin laki-laki ini.

Kapolsek Tulangan AKP Nadzir Syah Basri mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan siapa gerangan yang tega membuang bayi diduga berusia enam bulan tersebut. Dari analisis awal, bayi ini sengaja digugurkan. Namun, mengenai apakah meninggal saat ditaruh atau tidak ini yang masih diselidiki. “Saat kami temuakn kondisi bayi ini basah,” katanya kemarin.

Polisi masih menunggu visum dari pihak rumah sakit. Hingga saat ini belum ditemukan bukti kuat pelakunya. Di sekitar lokasi juga tidak ada CCTV. Ditambah lagi, tidak ada tanda-tanda lain atau saksi yang mengetahui saat bayi ini dibuang. "Saksi yang tahu hanya takmir musala yang menemukan pertama kali,” katanya.

Bayi malang tersebut ditemukan di dalam bak mandi Musala Baiturrohman. Mayat bayi ini pertama kali ditemukan oleh Abdul Rochim, 49, takmir musala. Ketika itu, dia hendak membersihkan bak mandi. Betapa terkejutnya saat melihat orok di dalamnya. Ia langsung meminta tolong ke warga dan menyampaikannya ke Polsek Tulangan.

Belum ada keterangan lain atau saksi yang melihat saat pelaku memasukkan mayat bayi malang tersebut ke dalam bak. Apalagi, letak musala itu berada di pinggir jalan raya. Sehingga bisa siapa pun melakukannya. Tidak terbatas warga desa setempat. “Bisa dari daerah lain yang saat itu melintas,” katanya.

Wakasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha Hardi Putra menuturkan, pihaknya masih melakukan pencarian. Salah satunya di puskesmas atau rumah sakit. Ini mencari kemungkinan adanya pasien yang mengalami pendarahan usai melahirkan di sana. “Ini masih kami selidiki,” tegasnya. (gun/rek)

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia