Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi

Kembangkan Potensi Pasar Batik Melalui Pameran

Bidik Transaksi Rp 5 Miliar

10 Juli 2018, 16: 34: 24 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPNN)

Share this      

SURABAYA - PT Debindo Mitra Tama kembali menyelenggarakan Pameran Batik Fashion Fair 2018 yang ke-3 kalinya. Pameran yang menampilkan keindahan hasil karya produk fashion berupa batik, tenun, sulaman, bordir, aneka produk kerajinan aksesoris ini mentargetkan nilai transaksi mencapai Rp 5 miliar selama pameran berlangsung. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 4.54 miliar.

Direktur PT Debindo Mitra Tama Dadan M Kushendarman mengatakan, pameran tersebut digelar dengan maksud memberi apresiasi dan kesempatan kepada para pengusaha serta pengrajin batik dan bordir daerah untuk dapat Iebih meningkatkan dan mengembangkan kreatifitas, produktifitas, maupun jaringan pasar secara maksimal di pasar global dengan target 30.000 pengunjung. “Sekaligus menempatkan batik sebagai warisan budaya bangsa yang harus tetap dilestarikan dan dikembangkan baik di dalam negeri maupun mancanegara,” kata Dadan M, Senin (9/6).

Dadan menjelaskan, pameran batik tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 5-9 Desember 2018 bertempat di Grand City Convex Surabaya.  Selain itu, pameran ini merupakan salah satu langkah yang ditempuh pemerintah dalam rangka peningkatan produksi dan penyerapan pasar secara optimal bagi para pengrajin atau industri batik dan bordir adalah membangun “image” dan apresiasi serta kerangka promosi yang regular dan kontinyu terhadap perkembangan industri batik nasional sebagai warisan budaya bangsa.

“Karena kami mempunyai tujuan yang strategis, yakni menciptakan ajang promosi berskala nasional bagi produk unggulan batik, bordir dan aksesoris pendukung. Serta meningkatkan peluang pasar domestic dan mengembangkan potensi pasar internasional,” tegasnya.

Dia menambahkan dalam pameran tersebut juga akan diisi oleh beberapa rangkaian acara seperti, lomba ilustrasi desain, workshop sulam, workshop membuat batik, workshop membuat aksesoris, fashion show, lomba modelling, beauty and modelling class, talkshow kesehatan dan kecantikan, serta penampilan tari kreasi.

Pameran Batik Fashion Fair 2018 yang ke-3 kalinya ini juga didukung oleh  Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia Jawa Timur (ASPERAPI), Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (KADIN), Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur (APBJ), Perkumpulan Pengusaha Bordir Jawa Timur (PERSADlR), Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia Jawa Timur (APPMI), Pengrajin Aksesoris Batu Permata (PERABA), dan Perkumpulan Pensusaha Busana Jawa Timur (PERSANA). (cin/rud)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia