Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Paslon No 1 Unggul 7,11 Persen, Bisa Dipastikan Khofifah-Emil Menang

07 Juli 2018, 21: 23: 28 WIB | editor : Abdul Rozack

Calon Gubernur Terpilih: KPU Jatim menggelar Rapat Pleno Terbuka, rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi dalam Pimilihan Gubernur dan Wakil

Calon Gubernur Terpilih: KPU Jatim menggelar Rapat Pleno Terbuka, rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi dalam Pimilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, 2018. (BAEHAQI ALMUTOIF/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur telah merampungkan rekapitulasi suara di tingkat provinsi. Meski sedikit mendapat penolakan dari salah satu saksi pasangan calon, namun hasil telah ditetapkan untuk keunggulan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. 

Paslon nomor urut satu itu berhasil memperoleh suara sebanyak 10.465.218 suara atau 53,55 persen. Sedangkan Gus Ipul bersama Puti memperoleh 9.076.014 (46,45 persen). Dengan demikian, sesuai rekapitulasi, ditetapkan perolehan suara Khofifah-Emil keluar sebagai pemenang. “Ini hasil yang sah dan menjadi bagian dari hasil hitung," ujar Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito, Sabtu (7/7).

Menurut mantan Ketua KPU Surabaya tersebut, mekanisme rekapitulasi yang dilakukan oleh pihaknya telah sesuai dengan aturan dan perundangan yang ada. Kalaupun nantinya ada yang tidak sepakat dengan hasil itu, dipersilahkan melakukan upaya hukum lainnya. Namun, pastinya KPU Jatim bersama dengan kabupaten/kota telah menyelesaikan mekanisme yang ada. 

“Jika misalnya tidak sepakat dengan hasil, bisa lakukan upaya hukum ke konstitusi. Kalai kawan2 ini belum clear, tentu saja upaya ini (hukum) menjadi bagian dalam tahapan itu. Tapi yang jelas kita akan tetap berpendirian ini hasil yang kita capai,” bebernya. 

Selanjutnya, KPU Jatim bakal menunggu proses dari Makamah Konstitusi. Adakah gugatan yang masuk ataukah tidak. Jika tidak, maka dilakukan segera penetapan calon gubernur dan wakil gubernur terpilih. “Kita menunggu proses tentu saja, sampai tiga hari,” tandasnya. 

Perlu diketahui, perhitungan akhir yang memutuskan bahwa pasangan Khofifah-Emil mendapatkan suara terbanyak ini diterima dengan cara berbeda oleh Musyafak Rouf dan Martin Hamonangan selaku saksi dari paslon nomor urut 2, Gus Ipul-Puti.

Martin Hamonangan selaku saksi yang berasal dari PDIP menyatakan dengan keras bahwa Ia menolak hasil rekapitulasi yang dilakukan serta memastikan bahwa dirinya tidak akan menandatangani berita acara rapat pleno itu.  “Memohon dan meminta untuk menyelesaikan persoalan di BP2 KWK. Contoh di daerah Jombang ada beberapa temuan hampir 50 persen BA1KWK mengalami perbaikan. volumenya hampir setengahnya, sempat diperbaiki perbaikannya yang hanya melihat angka saja tapi tidak melihat surat suara sebelumnya," kata Martin.

Bahkan, Martin juga menggarisbawahi jika kemungkinan untuk mengajukan keberatan masih terbuka lebar. Bahkan ada kemungkinan untuk diajukan ke DKPP. 

Kondisi berbalik justru dilakukan oleh Musyafak Rouf yang juga saksi dari paslon nomor urut 2 dan berasal dari PKB justru menandatangani berita acara rapat pleno itu sebagai tanda bahwa Ia menerima dengan besar hati hasil dari perhitungan suara ini. Menurutnya, tidak ada instruksi dari Gus Ipul maupun Puti untuk tak menandatangani hasil rapat pleno ini. Dia memandang masalah yang ada tidak akan mempengaruhi hasil karena telah di setujui hingga level kecematan. (bae/nug)

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia