Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Kaca Berlapis Zeloit-Y Kurangi Pemanasan Global

06 Juli 2018, 15: 48: 17 WIB | editor : Wijayanto

INOVASI BARU: Gita meracik kandungan bahan-bahan yang akan digunakan untuk struktur kaca berlapis Zeloit-Y.

INOVASI BARU: Gita meracik kandungan bahan-bahan yang akan digunakan untuk struktur kaca berlapis Zeloit-Y. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Tiga mahasiswa Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil mengurangi kadar gas karbondioksida dengan kaca berlapiskan Zeolit-Y.

Polusi kerap menjadi sumber atau pemicu pemanasan global membuat ketiga mahasiswa tersebut memiliki ide tersebut. Ketiganya adalah Nadia Lailatus Sadiyah, Aristin Putri Kusuma Anggraini dan Awanda Gita.

Menurut Gita, Zeolit-Y adalah material berpori, terdiri dari mineral aluminosilikat yang terikat satu sama lain membentuk struktur oktahedral. Dengan adanya struktur oktahedral tersebut akan menghasilkan rongga-rongga di dalam material yang berfungsi meng-adsorpsi atau menyerap gas karbondioksida.

Sifat tersebut sama dengan sifat komponen kaca pada umumnya, sehingga membuat Zeolit-Y ini digunakan sebagai zat pendukung pada serat kaca. “Serat kaca merupakan bahan pembuat kaca yang berbentuk seperti lembaran benang,” jelas Awanda, anggota dari tim tersebut.

Selain itu, Awanda mengatakan, Zeolit-Y juga efektif dalam mengadsorpsi gas karbondioksida, karena ukuran rongganya yang hampir sama dengan ukuran molekul karbondioksida. Selain itu, kandungan silikanya yang tinggi dibandingkan zeolit lain mengakibatkan sifat hidrofobitasnya atau sifat fisik molekul yang tidak suka air juga tinggi.

Dari hasil penelitiannya, efisiensi adsorpsi atau penyerapan gas karbondioksida menunjukkan angka 33,15 persen. Artinya, sebanyak 33,15 persen gas karbondioksida mampu diadsorpsi oleh kaca berlapiskan zeolit ini.

“Angka tersebut sangat tinggi dibandingkan Zeolit-Y tanpa serat kaca yang hanya menghasilkan efisiensi 27,76 persen,” sambung mahasiswa semester lima itu.

Tak ayal, kaca berlapiskan zeolit ini pun diharapkan bisa dipakai di gedung-gedung dan perumahan sebagai bentuk kepedulian terhadap efek pemanasan global. “Kami sangat bangga ketika inovasi kami bisa  diterapkan dan dikembangkan lagi,” pungkasnya.

Inovasi yang dirancang dari ketiga mahasiswa tersebut juga telah lolos mendapatkan pendanaan dari Ditjen Dikti dan diharapkan bisa lolos lagi dan bertarung di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2018 di Yogyakarta nanti.

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia