Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Dishub Klaim Angka Kecelakaan Mudik Turun 40 Persen

06 Juli 2018, 15: 46: 30 WIB | editor : Wijayanto

BERBAGI: Kepala Dishub Jatim Wahid Wahyudi menyerahkan bingkisan kepada para pemudik yang mengikuti Mudik Gratis 2018 yang diadakan Yamaha dan Radar Surabaya, 12 Juni lalu.

BERBAGI: Kepala Dishub Jatim Wahid Wahyudi menyerahkan bingkisan kepada para pemudik yang mengikuti Mudik Gratis 2018 yang diadakan Yamaha dan Radar Surabaya, 12 Juni lalu. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim) mengklaim arus mudik 2018 dapat menekan angka kecelakaan yang signifikan dibanding sebelumnya. Keberadaan tol, baik yang operasional maupun fungsional dianggap turut mempengaruhi hal tersebut. 

Kepala Dishub Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, ada penurunan drastis dalam arus mudik dan balik 2018. Untuk kecelakaan turun 40 persen lebih, sementara kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia turun 60 persen. “Beberapa faktor yang menurunnya angka kecelakaan selama mudik dan balik kali ini,” ujar Wahid, Kamis (5/7). 

Menurut mantan Pj Wali Kota Malang tersebut, faktor yang berpengaruh dalam menekan angka kecelakaan adalah kebijakan libur panjang dan beroperasinya jalan tol. Kedua faktor ini pengaruhnya cukup signifikan. Pemudik dapat mengatur jadwal perjalanan dengan baik. Arus lalu lintas pun jadi lancar dan terjamin tidak terjadi kepadatan di jalan. “Jika terjadi kemacetan itu hanya sesaat selanjutnya akan kembali lancar,” jelasnya. 

Melihat cukup pentingnya tol, maka Wahid berharap tol lintas Jawa ini segera terselesaikan sesuai yang telah direncanakan, yakni tahun 2019. Dengan banyak tol yang beroperasi, angka kecelakaan bisa menurun. 

Turunnya angka kecelakaan selama mudik dan arus balik tahun ini mendapat apresiasi dari anggota Komisi D DPRD Jatim, Salahudin. Menurutnya, yang paling penting dari musim mudik 2018 adalah persiapannya yang cukup baik menyentuh angka 100 persen. "Begitu juga terkait dengan persiapan infrastruktur jalan provinsi, semuanya sudah bagus dan baik," kata Salahudin.

Kendati demikian, dia memberikan catatan kepada Dishub Jatim. Salah satunya tentang pengaturan di pintu keluar jalan tol. Ada beberapa ruas yang masih terjadi kemacetan saat libur lebaran lalu. Seharusnya rekayasa lalu lintas langsung bisa diambil ketika mengetahui kendaraan membeludak. Padahal jalan tol yang lebar dan panjang seharusnya memberikan kelancaran. 

"Seperti kemacetan yang terjadi di tol antara Mantingan-Kertosono, di sana terlihat kendaraan padat merayap sehingga pengendara harus sabar menunggu lancarnya arus kendaraan,“ ungkap Salahudin. 

Diakui Politisi PAN tersebut bahwa memang kemacetan tol-tol operasional ini akibat belum selesainya pembangunan. Sehingga masih ada alat berat berada di area tol. Ini salah satu penyebab macetnya arus lalu lintas.

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia