Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Antisipasi Antrean, Alat Perekam e-KTP Akan Ditambah

06 Juli 2018, 15: 36: 34 WIB | editor : Wijayanto

BUTUH INOVASI: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat meninjau proses perekaman e-KTP di kantor Dispendukcapil di Siola, Kamis (5/7).

BUTUH INOVASI: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat meninjau proses perekaman e-KTP di kantor Dispendukcapil di Siola, Kamis (5/7). (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Pemkot Surabaya akan menambah jumlah alat perekaman dan cetak e-KTP. Hal tersebut sebagai upaya untuk peningkatan pelayanan terhadap pemohon e-KTP yang setiap harinya meningkat.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang melakukan sidak di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya, Kamis (5/7) pagi melihat secara langsung antrean dan proses perekaman yang dilakukan di di Mal Pelayanan Publik Siola. “Antreannya memang panjang dan setiap hari terus banyak,” kata Risma.

 Dalam kunjungannya tersebut, Risma juga berkomunikasi dengan sejumlah petugas Dispendukcapil serta para pengunjung yang melakukan pengurusan e-KTP. “Maaf antre dulu ya kita janji akan tambah alat untuk percepat antrean,” ujar Risma kepada beberapa pengunjung yang antri.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini menegaskan, upaya untuk mempercepat antrean perekaman e-KTP memang harus dilakukan. Salah satunya, penambahan komputer dan printer guna mendukung proses percepatan pengurusan e-KTP. “Setelah kami evaluasi peralatan kita, memang terbatas dan harus ada penambahan,” ucapnya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini mengungkapkan, proses validasi data pun harus dilakukan untuk mencocokan data dengan pemerintah pusat agar diketahui data warga tersebut tidak dalam kondisi ganda. “Data ganda memang juga salah satu masalah karena itu harus sinkron,” jelasnya.

Dia mengaku, proses perekaman hingga pencetakan e-KTP bisa lebih dipercepat. Pemkot juga telah mengirim surat ke Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) untuk short card. “Berbagai upaya sudah kita lakukan,” ujarnya.

Kepala Dispendukcapil Suharto Wardoyo yang mendampingi Risma dalam sidak mengatakan, antrean perekaman e-KTP disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, kurangnya alat pencetak e-KTP, dan semakin bertambahnya warga yang baru berusia 17 tahun. Selain itu, adanya data ganda kependudukan juga menjadikan faktor meningkatnya volume antrean. “Setiap harinya kami evaluasi dan harus ada inovasi. Ada sekitar 500 orang yang ngurus e-KTP tiap hari,” katanya.

Dia mengungkapkan, dari 18 kecamatan yang memiliki alat cetak e-KTP ada beberapa di antaranya yang memang mengalami kerusakan. Saat ini pihaknya akan menuntaskan sebanyak 39.547 e-KTP yang siap cetak.

Alat rekam e-KTP yang sebelumnya tiga akan kita tambah dua menjadi lima. Alat cetak e-KTP yang sebelumnya dua di Dispendukcapil, akan ditambah dua menjadi empat. “Selain penambahan alat, kami juga telah menerapkan tiga shift kerja untuk mempercepat proses pencetakan e-KTP,” pungkasnya.

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia