Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle

Industri Batu Onyx Terkendala Branding

06 Juli 2018, 12: 40: 00 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Seorang pekerja mengolah batu onyx asal Bawean untuk dijadikan marmer dengan nilai jual tinggi.

Seorang pekerja mengolah batu onyx asal Bawean untuk dijadikan marmer dengan nilai jual tinggi. (Yudhi/Radar Gresik)

Share this      

Di Gresik utara menjadi sentral industri salah satu penghasil kerajinan batu onyx atau marmer. Bongkahan batu putih itu disulap menjadi berbagai macam kerajinan bernilai seni tinggi. Salah satu perusahaan yang bergerak dalam pengolahan batu onyx itu berada di Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu.

Ratusan jenis kerajinan dari batu onyx dipamerkan di galerinya, mulai dari guci, patung, vandel, dan lain sebagainya. Harganya juga bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta.

"Harganya bervariasi sesuai dari tingkat kerumitan pembuatan kerajinan tersebut,” kata Manajer PT Mahsum Jaya Onyx, Supardi.

Untuk dijadikan kerajinan bernilai seni tinggi, batu onyx itu didapat dari Pulau Bawean. Batu onyx dari Pulau Bawean tersebut dinilai lebih bagus, banyak serat dan motif yang membuat pembeli tertarik untuk membeli.

Setelah itu, bongkahan batu tersebut dipotong serta dipoles agar lebih mengkilap.

"Kalau dari Bawean motifnya lebih beragam,”lanjut

Mahsum.

Sedangkan untuk tenaga ahli untuk membuat kerajinan tersebut, menurutnya masih menggunakan pekerja dari luar kota. “Ada 15 pekerja, pekerja ahli semua masih dari Tulungagung," tambahnya.

Di sisi lain, meski kerajinan batu onyx berada di Gresik, industri kerajinan batu di Kota Pudak ini masih memiliki banyak kendala di pemasaran. Selain itu akses transportasi juga menjadi hambatan. Sebab, bongkahan batu tersebut didapat dari Pulau Bawean yang harus melewati akses laut.

Kurangnya branding bahwa Gresik sebagai penghasil batu onyx yang menjadi kendala. "Padahal, kerajinan yang ada di Tulungagung itu berasal dari Gresik,” jelasnya.

Salah satu pembeli asal Surabaya, Rudi, 42, mengatakan, dirinya sengaja melihat kerajinan tersebut langsung dari tempat produksi. Ia menilai, produk yang  di buat dengan bahan batu onyx Bawean lebih bagus.

“Akan kami cek dulu. Tadi melihat kualitas batu untuk proyek di Surbaya,” ujarnya. (yud/jee)

(sb/han/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia