Selasa, 17 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya
Rekapitulasi Suara Pilgub di Kota Surabaya

Diwarnai Protes dari Saksi Gus Ipul-Puti

06 Juli 2018, 10: 24: 53 WIB | editor : Abdul Rozack

REKAPITULASI: Petugas membuka kotak suara untuk rekapitulasi perolehan suara Pilgub 2018 saat Rapat Pleno Terbuka di kantor KPU Surabaya, Kamis (5/7).

REKAPITULASI: Petugas membuka kotak suara untuk rekapitulasi perolehan suara Pilgub 2018 saat Rapat Pleno Terbuka di kantor KPU Surabaya, Kamis (5/7). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

Rekapitulasi suara pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur Jatim di tingkat Surabaya dilakukan, Kamis (5/7) di kantor KPU Surabaya. Rekapitulasi yang dimulai sejak pukul 10.00 diwarnai sejumlah protes terutama dari saksi paslon nomor urut 2 Saifullah Yusuf (Gus Ipul) -Puti Guntur Soekarno. 

Vega Dwi Arista-Wartawan Radar Surabaya

     Saksi dari paslon yang kalah dalam hitung cepat (quick count) tersebut menyampaikan sejumlah keluhan dari mekanisme pencoblosan yang dilakukan pada 27 Juni lalu. Sejumlah keluhan tersebut di antaranya, terkait jumlah pemilih hingga proses pencoblosan yang dinilai tidak sesuai dengan aturan. 

    Salah satu saksi Gus Ipul-Puti, Sukadar yang vokal dalam memberikan tanggapan terhadap mekanisme pencoblosan mengatakan, penyelenggara pencoblosan pilgub tidak dilakukan dengan baik. Persoalan yang disampaikan merupakan ganjalan sekaligus keganjilan yang terjadi di saat tahapan pencoblosan dilaksanakan. “Dalam rapat pleno ini kami sampaikan sejumlah hal yang memberatkan paslon kami (Gus Ipul-Puti),” ujarnya. 

           Ketua Fraksi PDIP Perjuangan DPRD Surabaya ini menegaskan, terjadi selisih surat suara dengan daftar jumlah kehadiran pemilih (C7) di beberapa TPS wilayah Kecamatan Tambaksari. Contoh tersebut disinyalir juga banyak terjadi di sejumlah kecamatan. 

    Dia mencontohkan, masih terjadi selisih antara jumlah pemilih di C7 dengan jumlah surat suara di dalam kotak. Di antaranya, untuk TPS 8 ada selisih 4 suara, TPS 18 selisih 1 suara, dan TPS 54 selisih 1 suara. “Kami mencatat semua. Laporan itu kami terima dari saksi kami di TPS,” terangnya. 

    Anggota Komisi C DPRD Surabaya ini mengungkapkan, ada daftar kehadiran yang tidak ditandatangani pemilih, tapi justru ditandatangani oleh petugas KPPS-nya, yakni di TPS 8 Tambaksari. Sedangkan, untuk TPS 7, 40, 54, 6 wilayah Tambaksari, di C7 tidak ada tanda tangan pemilih. “Ini kan fatal dan harus jadi bahan evaluasi,” ucapnya. 

Menurutnya, sejumlah kejanggalan dan temuan tersebut sangat disayangkan oleh pihak Gus Ipul-Puti. Seharusnya, KPPS dan penyelenggara pemilu lainnya bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Di 37 kota/kabupaten lain di Jatim juga bisa terjadi hal yang sama dengan di Surabaya,” tegasnya. 

 Sementara itu, KPU Surabaya menargetkan menyelesaikan rekapitulasi hasil penghitungan suara 31 kecamatan dalam waktu sehari. Hingga pukul 16.00, rekapitulasi baru berlangsung hingga 10 kecamatan. 

    Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi mengatakan, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), saksi dari masing-masing pasangan calon (paslon) dari nomor urut 1 dan 2, serta Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tingkat kota hadir untuk mengikuti rapat pleno rekapitulasi. “Kami akan menyelesaikan hasil rekapitulasi untuk nantinya diserahkan ke KPU provinsi,” kata di sela rekapitulasi. 

       Dia mengakui, ada sejumlah masalah di antaranya perbedaan data dari para saksi dan dengan hasil rekapitulasi. Namun, hal tersebut sebenarnya sudah diselesaikan di tingkat kecamatan. “Memang ada keluhan karena data. Itu akan kita tampung,” ujarnya. 

 Komisioner KPU Surabaya Divisi Teknis Nurul Amalia menambahkan, sempat ada protes dari saksi paslon nomor urut 2 soal C1 (hasil dari TPS yang diserahkan di PPK) yang ada di Kecamatan Sambikerep untuk TPS 36 Kelurahan Lontar. Hal tersebut menjadi salah satu keluhan yang disampaikan. Penyebabnya, di antaranya salah entry yang jadi bahan evaluasi dan catatan KPU. “Tapi sebenarnya masalah tersebut sudah selesai di tingkat kecamatan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pasangan Cagub-Cawagub Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak meraih suara unggul dari pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno berdasarkan hasil quick count. (*/no)

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia