Senin, 16 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Orang Tua Wali Murid Tuntut Transparansi PPDB SMA/SMK

05 Juli 2018, 16: 48: 10 WIB | editor : Wijayanto

TUNTUT TRANSPARANSI: Sejumlah calon wali murid dari kawasan Darmo Kali Surabaya, menggelar demonstrasi di depan kantor Dinas Pendidikan Jatim menuntut transparansi pemenuhan Pagu, Rabu (4/7).

TUNTUT TRANSPARANSI: Sejumlah calon wali murid dari kawasan Darmo Kali Surabaya, menggelar demonstrasi di depan kantor Dinas Pendidikan Jatim menuntut transparansi pemenuhan Pagu, Rabu (4/7). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Puluhan orang tua siswa melakukan aksi protes di depan Kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur, Jalan Genteng Kali No. 33. Mereka membawa coretan kertas yang bertuliskan sejumlah tuntutan. Salah satunya agar penetapan pagu (Pendafataran Peserta Didik Baru) PPDB SMA/SMK transparam.

Arti Sri Nugroho salah satu orang tua siswa yang juga menjadi perwakilan dari Forum Komunikasi Wali Murid mengatakan aksu ini ingn adanya transparasi dari pihak dinas pendidikan Jawa Timur. Lantaran ada tengara kuat praktek jual-beli bangku. "Bangku kosong itu ada, tapi setelah kita lihat ternyata tidak ada. Kalau memang ada pagu kosong kami mohon dibuka PPDB tahap dua," tutur Arti.

Sebelumnya, Arti telah mendaftarkan anaknya di SMAN 20 dan SMAN 14. Namun, anaknya kalah bersaing dengan siswa yang nilai Ujian Nasionalnya (UN) lebih tinggi. "Kita tergeser karena pendaftar yang diterima lebih banyak dari luar zona. Kalau bersaing hanya dengan dalam zona pasti masih nutut," jelas Arti.

Setelah tergeser, Arti mendapat rekom dari cabang dinas untuk mendapat keringanan mendaftar ke sekolah swasta. Berbekal surat rekomendasi dari kantor Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Surabaya, Arti mengeluhkan tingginya biaya masuk sekolah swasta. Biaya pendaftaran terendah yang dia temui masih mencapai Rp3,2 juta. “Saya sekarang masih beli formulir dulu. Kalau harga formulir biasanya antara Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu,” tutur Arti.

Dia mengaku rekomendasi tersebut belum cukup meringankan beban biaya pendaftaran. Pihak sekolah hanya memberi keringanan dapat mengangsur biaya pendaftaran atau paling besar memberi potongan 10 persen.

Arti juga mengaku, pihaknya telah mencari informasi untuk pagu di sekolah negeri yang masih tersisa. Namun, dari beberapa sekolah yang masih memiliki pagu tidak dapat menerima siswa lagi. Sebab, seluruh proses PPDB SMA/SMK di Surabaya telah ditutup oleh Dispendik Jatim.

Protes juga datang dari wali murid berpretasi. Joko Pratomo yang turut hadir dalam dialog tersebut menyayangkan proses PPDB jalur prestasi yang tidak transparan. Dari 23 siswa dari cabang olah raga (cabor) taekwondo yang dia rekomendasi, hanya 11 yang bisa diterima. Sementara 12 lainnya gagal tanpa alasan yang jelas. Baik karena faktor prestasi, nilai maupun kedekatan rumah dengan sekolah.

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia