Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Kemenperin Dorong Peningkatan Produksi dan Pemasaran IKM

05 Juli 2018, 16: 37: 44 WIB | editor : Wijayanto

UKM SEPATU: Seorang pengrajin, menyelesaikan pengerjaan sandal hotel yang diproduksi di workshop UKM yang dibangun oleh Pemkot Surabaya di kawasan eks Lokalisasi Dolly.

UKM SEPATU: Seorang pengrajin, menyelesaikan pengerjaan sandal hotel yang diproduksi di workshop UKM yang dibangun oleh Pemkot Surabaya di kawasan eks Lokalisasi Dolly. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya untuk menambah share perekonomian Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui kegiatan workshop e-Smart IKM. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan pasar bagi IKM yang berimbas pada pembayaran pajak IKM yang akhir Juni 2018 lalu mendapatkan kebijakan Pajak Penghasilan (PPh) 0,5 persen untuk maksimal pendapatan Rp 4,8 miliar.

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan, melalui banyaknya produk yang diproduksi IKM akan meningkatkan pendapatan dan kemudian berlanjut dengan membayar pajak. "Workshop e-Smart Kemenperin ini diharapkan bisa mendorong peningkatan produksi dan pasar," ungkapnya disela-sela kegiatan workshop yang diikuti 100 IKM dari Surabaya dan Gresik, Selasa (3/7).

Gati menjelaskan, fasilitas workshop e-Smart yang digelar Kemenperin ini sudah dilakukan sejak 2017. Tercatat ada 2.600 IKM yang ikut serta dalam kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, sudah 60 IKM yang mendapat fasilitas kerjasama dengan Google dan GO-JEK untuk meningkatkan pasar dan produknya.

 Kerjasama dnegan Google dan GO-JEK ternyata mampu meningkatkan dan kecepatan IKM untuk meningkatkan pasar secara e-Smart atau memanfaatkan teknologi internet. Kegiatan workshop e-Smart di 2017 lalu, menurut Gati, pihaknya masih memprediksi hasil workshop baru bisa dilakukan tahun depan. "Tapi ternyata saat ini workshop seperti e-Smart ini bisa langsung diaplikasikan saat itu juga. Tidak perlu menunggu (kapasitas produksi,rED) lagi," ungkapnya.

Karena itu dalam workshop yang digelar selama dua hari di Surabaya ini, pihaknya mentargetkan IKM yang ikut bisa langsung aplikasi. Ditambah dengan narasumber workshop yang berasal dari berbagai sektor. "Ada perbankan yang bisa diakses untuk permodalan. Ada perwakilan Bank Indonesia dan lainnya," jelasnya.

Gati menambahkan, produk IKM yang paling banyak memanfaatkan jaringan penjualan secara online, nilai tertinggi adalah segmen kerajinan logam dan aksesoris handphone. Sementara untuk IKM yang mendapat fasilitas workshop yang memanfaatkan penjualan online, paling banyak secara jumlah adalah dari segmen makanan dan minuman.

Tak hanya workshop e-Smart, Kemenperin juga menjalin kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk menyediakan jaringan internet yang handal. Salah satunya untuk sentra-sentra kerajinan dan makanan, pihaknya sudah meminta Kominfo untuk menyediakan jaringan. "Kami mengajukan 50, tapi masih 11 yang dipenuhi," ujarnya.

Sementara itu, dalam workshop yang digelar di Surabaya, ada sekitar 100 IKM yang siap mengikuti. Mereka berasal dari IKM sektor fesyen, kerajinan, herbal, furniture, serta makanan dan minuman.

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia