Jumat, 23 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Anak Manja dan Berulah, Donwori-Karin Berpisah

05 Juli 2018, 15: 55: 28 WIB | editor : Wijayanto

grafis

grafis (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Ismaul Choiriyah

Wartawan Radar Surabaya

Sephia duduk gelisah saat berada di ruang konsultasi pengacara dekat Pengadilan Agama Kelas 1A Surabaya. Ia yang sudah tak tahan dengan suaminya, takut alasannya untuk bercerai tak diterima hakim. Sementara saking jengkelnya, ia ingin cepat-cepat berpisah dengan suaminya."Punya suami kok marah-marah terus, siapa istri yang betah," kata Karin. 

Karin mengaku lelah, setiap kesalahan yang dilakukan anaknya. Dirinya selalu jadi sasaran kemarahan. Padahal bagi Karin, suaminya juga ambil bagian dalam membentuk anaknya jadi manja dan banyak tingkah. 

"Aku mesti disalah-salahne (selalu disalah-salahkan, Red). Sing katanya gak becus ngurus anak, terlalu sibuk sama temen-temenlah," imbuhnya.

Padahal, lanjut warga Karang Pilang ini, tugas suami lah untuk mengarahkan anak agar menghindari hal-hal yang negatif. Bukannya diserahkan pasrah bongkokan ke istri.

"Anak masih muda itu ancen angel omongane (memang sulit dikasih tahu,Red). Lek sing ngomongi mama e aja opo didenger sama anak (kalau yang ngomong mamanya, apa didengarkan juga sama anak,Red)" keluhnya lagi.

Sampai suatu ketika, sang anak ini berulah lagi. Dengan bau alkohol di mulut, ia mengajak seorang perempuan masuk ke kamarnya. Karin yang saat itu tertidur tak tahu menahu. Hingga ia dibangunkan paksa oleh suaminya yang baru saja pulang lembur dan langsung menyemprotnya dengan caci maki dan amukan kasar.

 "Halah.. omongane kasar, aku dipisuhi bolak balik, sing salah anake, sing diseneni mboke, (ucapannya kasar, sudah berkali-kali aku dilempari kata-kata kotor, yang salah anak yang dimarahi ibunya)," imbuhnya.

Karin yang saat itu sudah jengah menerima perlakuan sama selama 18 tahun langsung memilih jalan perpisahan. Hingga kini, ia masih berusaha agar beberapa bulan ke depan, statusnya berganti single kembali.

"Soal anak biar dia memutuskan sendiri mau ikut siapa. Kan sudah gede udah bisa mikir, kalau mau hidup lurus ya ikut aku harusnya," pungkasnya singkat.

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia