Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi

Rupiah Melemah Harga Pakan Ternak Terancam Naik

05 Juli 2018, 12: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

TELATEN: Nafis, Saat melepas bebeknya untuk beradaptasi di sawah miliknya untuk tambahan penghasilan.

TELATEN: Nafis, Saat melepas bebeknya untuk beradaptasi di sawah miliknya untuk tambahan penghasilan. (dok)

Share this      

JAKARTA – Pasca pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berdampak kepada harga jual pakan ternak di dalam negeri. Sebab pelemahan tersebut membuat harga bahan baku pakan ternak  yang sebagian besar masih impor kini semakin mahal. 

‎Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), Desianto Budi Utomo mengatakan, bahan baku pakan berkontribusi sebesar 83 persen terhadap biaya produksi di industri tersebut. Dimana sebagian besar bahan baku pakan masih diimpor.

"Dalam cost structure pakan itu 83 persen diakibatkan oleh bahan pakan. Kalau dari bahan pakan 60 persen itu dari impor, by value. Misalnya suplemen, vitamin, antibiotik, feed suplemen, premix, semuanya impor, bungkil kedelai 100 persen impor," ujar Desianto Budi Utomo di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Rabu (4/7).

Saat ini harga pangan ternak ayam boiler berada di kisaran Rp 7.000 per kg. Harga tersebut sudah naik sekitar Rp 300 per kg dari harga sebelumnya. Namun, kenaikan tersebut masih terus coba ditahan agar harga jualnya ke peternak tidak terlalu tinggi.

‎‎"Kalau mengikuti bahan pakan 83 persen itu dari cost, kalau ada kenaikan harga bahan pakan itu otomatis naik. Itu seharusnya kita sudah naik Rp 600 lebih," tandasnya.

Jika hingga akhir tahun ini rupiah terus berada di atas Rp 14 ribu atau lebih, industri pakan ternak dengan terpaksa kembali menaikan harga pakan sebesar Rp 300 per kg. Dan hal itu bisa berdampak pada para peternak, baik skala kecil maupun besar.

‎"Sekarang baru naik Rp 300, mungkin naik Rp 300 lagi sampai akhir tahun," tegasnya.

Seperti diketahui, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) masih terus terjadi meskipun Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Tercatat Rabu (4/7) nilai tukar Rupiah rata-rata berada pada level Rp 14.532 per USD. (lpm/rud)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia