Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Donwori Dari Perlente Jadi Kere, Karin Tiap Hari Minta Cerai

04 Juli 2018, 18: 27: 46 WIB | editor : Abdul Rozack

Donwori Dari Perlente Jadi Kere

Donwori Dari Perlente Jadi Kere (Grafis: Fajar)

Share this      

Seorang hakim Pengadilan Agama (PA) Klas 1 Surabaya mengatakan, penyebab perceraian paling besar adalah perselingkuhan dan harta. Kiranya inilah yang dialami Karin, 47. Harta suami habis karena hutang, cinta Karin pun ikut melayang.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Donwori, 52, mengaku, awalnya dia adalah seorang pengusaha sukses. Hartanya banyak. Tak terhitung jumlahnya. Rumahnya lebih dari satu. Mobil dengan merek-merek keren, menghiasi garasi. 

Donwori mengaku ia dulu memiliki beberapa swalayan. Hingga maraknya toko franchise, semacam Alfamart dan Indomaret, merebut pasarnya. "Semakin ke sini swalayan serupa makin banyak, pelangganku pindah semua ke sana. Pilih toko yang baru-baru itu," cerita Donwori saat berada di ruang konsultasi pengacara dekat PA Klas 1A Surabaya, Jumat (29/6).

Karena sudah tak mampu lagi bertahan, usaha Donwori pun kolaps. Sempat nganggur beberapa bulan, ia ditawari oleh sahabat sendiri untuk berinvestasi di perusahaan rintisan. Tak disangka, ia kena tipu sahabat sendiri. "Wah ajoooooor pol. Aku padahal wes ngentekno tabungan gawe iki (investasi di perusahaan rintisan, Red)," keluhnya.

Dari kebangkrutan ini, Donwori melanjutkan, sikap Karin mulai berubah perlahan. Semenjak Donwori diterpa kebangkrutan itu, peran Karin bergeser menjadi kepala rumah tangga. Ia yang sebelumnya bekerja di perusahaan asuransi mulai nyambi sana-sini. "Dia (Karin, Red) ya jualan Tupperware, jual kerudung online juga," imbuhnya.

Namun, meskipun membantu, Karin selalu mengeluhkan keadaannya. Ia tak terima kenapa usaha suami bisa bangkrut, kenapa suami sebagai kepala rumah tangga tak berdaya. Dari situ juga dia selalu berkata kepada Donwori untuk minta cerai saja. "Bendino ngajak perang, ya tak marahi habis-habisan sekalian. Aku ini juga gak berdaya sama keadaan. Eh dia tetap ngeluh wae," imbuh pria gendut berewokan ini.

Perseteruan pasutri ini makin menjadi-jadi ketika beberapa minggu terakhir rumahnya kedatangan debt collector dari bank. Si penagih hutang berbadan tegap dan muka sangar itu mengaku akan menyita barang-barang yang ada di rumah Donwori, jika tak segera melunasi hutangnya. Rupanya Donwori berhutang dan menjaminkan rumah seisinya untuk modal investasi palsu itu. Parahnya,  Donwori melakukannya tanpa memberi tahu Karin. Ya jelas akibat dari ini, kehidupan pernikahannya pun ikut terancam. "Aku gak onok pilihan, yo omah iku satu-satune harapan. Eh lha dalah kapusan sisan," keluh pria yang tinggal di kawasan Manyar Kertoharjo ini.

Dari sini, kesabaran Karin pun hilang. Dirinya mantap untuk mengajukan pisah. Kata Donwori, sang istri tak tahan lagi hidup berkesusahan dengan suami yang tak cekatan juga ini. "Harta entek, anak karo ya digowo. Dia (Karin, Red), wes embuh karepe opo," pungkasnya, lagi-lagi dengan nafas berat.

Harapan Donwori, dengan berkonsultasi, ia masih bisa mempertahankan hubungannya dengan Karin. Donwori masih mencintai Karin, apalagi mereka punya anak. Atau paling tidak mendapat hak asuh dari salah satu anakya. Namun, ia juga hanya bisa pasrah, menunggu kelunakan hati sang istri. (*/opi)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia